Masa Lalu Bandel Ariel NOAH: Dari Jago Berantem Hingga Bully Teman

- Sabtu, 22 November 2025 | 20:30 WIB
Masa Lalu Bandel Ariel NOAH: Dari Jago Berantem Hingga Bully Teman

MURIANETWORK.COM - Sosoknya sekarang dikenal kalem, tapi siapa sangka Ariel NOAH punya kenangan masa kecil yang jauh berbeda. Vokalis itu blak-blakan mengaku dulu hobi berantem dan kerap merundung teman. Gimana cerita lengkapnya?

Di balik image-nya yang pendiam, Ariel NOAH ternyata menyimpan sisi liar semasa kecil. Dalam sebuah kesempatan, ia buka-bukaan soal masa lalunya yang penuh "kenakalan".

Cerita ini ia ungkap saat menjadi bintang tamu di podcast Comic 8 Revolution bersama Ivan Gunawan. Saat diperlihatkan foto masa kecilnya, Ariel langsung teringat betapa bandelnya dirinya dulu. Bahkan, ia mengakui sering melakukan bullying terhadap teman-temannya.

"Ariel kecil itu bandel, bandel banget, suka bully, iya suka ngebully. Hobinya dulu berantem jadi selalu cari orang buat diajak berantem," kenang Ariel.

Menurut ayah Alleia Anata ini, kebiasaan berantemnya kemungkinan besar dipengaruhi film-film action yang sering ia tonton waktu kecil.

"Kadang nggak ngerti juga, mungkin ya karena abis nonton film juga kali ya kalau film kan banyak berantem berantem, nggak ngerti kalau orang lain tuh ada yang nggak suka dengan kekerasan kali ya, jadi jatohnya jadi ngebully," ujarnya lagi.

Meski jago berantem, ternyata Ariel punya bakat lain di dunia seni. Ia mengaku dulu lebih jago menggambar daripada menyanyi. Bahkan, mantan suami Sarah Amalia itu dulu ogah-ogahan kalau disuruh nyanyi.

"Dulu itu bakatnya lebih menggambar, gua paling nggak suka dulu disuruh nyanyi," jelasnya polos.

Bakat menyanyi baru muncul belakangan, tepatnya saat Ariel mulai bergaul dengan teman-teman SMP dan SMA-nya di Bandung. Di sinilah ia mulai jatuh cinta dengan musik dan membentuk band pertamanya.

"Dari mulai SMP. SMP mulai tuh kayaknya suka musik, sama temen-temen yang lain pergaulan sama ngeband nah itu SMP-SMA sampai akhirnya punya band," tuturnya.

Yang menarik, pria bernama lengkap Nazriel Irham ini ternyata memulai karier bermusik bukan sebagai vokalis, melainkan sebagai pemain bass.

"Pertama kali itu gua sempet belajar main drum terus lumayan lama tuh sama si Qibil The Changcuters yang main gitar. Dulu Qibil vokalisnya, gua main bass, Uki main gitar, pemain drumnya The Changcuters si Erik itu udah main drum," papar Ariel.

Harapan Baru: Ariel NOAH Ingin Nikah Lagi

Di kesempatan yang sama, Ariel juga bicara soal rencana pernikahan. Setelah 17 tahun menduda, ia mengaku ingin menikah lagi. Alasannya sederhana: ia ingin punya teman hidup di masa tua nanti.

"Gua ngebayangin kalau tua nanti enak kalau punya temen," kata pria yang akrab disapa Boriel itu.

Tapi jangan salah, Ariel ternyata cukup selektif dalam mencari calon pendamping. Pengalaman gagal dalam rumah tangga sebelumnya membuatnya lebih berhati-hati.

Apalagi ia sadar betul bahwa dirinya termasuk tipe penyendiri. Kekhawatirannya, calon pasangan nanti bakal sulit menerima kebiasaannya itu.

Soal kriteria, Ariel sebenarnya nggak muluk-muluk. Ia cuma pengin pasangan yang klop dan satu frekuensi dengannya.

"Makin ke sini makin ngerti sebenarnya yang bikin nggak pas, apa yang bikin pas. Jadi mau nyari orang yang istilahnya nggak usah dicari-cari, ya udah klop aja," ucap pria bernama asli Nazril Irham itu.

Menurutnya, hubungan yang sudah satu frekuensi dari awal akan lebih mudah. Nggak butuh banyak adaptasi, dan yang paling penting, bisa bertahan sampai tua.

"Kan paling menyenangkan misalnya gini, kita nggak perlu effort banget untuk klop misalnya kayak mungkin yang paling sederhana dan paling penting ya kayak jokes gitu. Kita nggak perlu jadi orang lain, jokes-nya yang kita senang dia juga senang," tuturnya.

Soal fisik? Ariel justru nggak ambil pusing. Baginya, kecantikan wajah lambat laun akan memudar seiring waktu.

"Pada saat nanti kita udah tua, ini semua (wajah) udah nggak sama seperti muda, yang tinggal hatinya itu hubungan itu," tegas Ariel. (")

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar