Kisah dimulai ketika Anggie, setelah bertahun-tahun merantau di Sydney, Australia, mengalami hubungan tidak sehat dengan pasangannya. Suatu malam, setelah mengalami kekerasan fisik, Anggie terdampar tak sadarkan diri di depan sebuah masjid.
Diselamatkan oleh wanita Muslim Indonesia, Anggie terbangun keesokan harinya dan menyaksikan aktivitas ibadah di masjid. Suara azan dan lantunan ayat suci Al-Quran memberikan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, memicu keinginannya untuk mempelajari Islam lebih dalam.
Konflik Keluarga dan Pencarian Identitas
Ketika keyakinannya untuk menjadi mualaf menguat, Anggie memutuskan pulang ke Jakarta untuk bertemu orang tuanya. Namun pengakuan jujur tentang keinginannya pindah agama justru ditolak keras oleh keluarga.
"Orang tuanya menganggap Anggie telah mengkhianati keluarga dan Tuhan mereka, bahkan mengusirnya dari rumah," ungkap narasi film yang menggambarkan konflik batin yang harus dihadapi sang protagonis.
Informasi Penayangan
Air Mata Mualaf akan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 November 2025. Film ini menjanjikan tidak hanya drama keluarga yang mengharukan, tetapi juga eksplorasi mendalam tentang pencarian identitas dan makna spiritual dalam kehidupan.
Artikel Terkait
Inara Rusli Terpisah dari Anak, Mertua Beri Syarat Tegas
Haru dan Bahagia Warnai Siraman Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto
Sakina Tama: Jejak Karier Mandiri di Balik Sorotan Sang Ayah
Gugatan Rp7 Miliar Ressa ke Denada, Psikologis Penggugat Dikabarkan Terganggu