Kisah Haru Ayah Tunggal: Perjuangan Dadang Rawat Anak Slow Learner Hingga Berprestasi

- Rabu, 12 November 2025 | 09:18 WIB
Kisah Haru Ayah Tunggal: Perjuangan Dadang Rawat Anak Slow Learner Hingga Berprestasi

Hari Ayah Nasional: Meneladani Keteladanan Ayah dalam Keluarga

Setiap tanggal 12 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenang kembali peran penting seorang ayah dalam memberikan kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan bagi keluarga.

Kisah Inspiratif Ayah Tunggal dan Anak Slow Learner

Perjuangan seorang ayah dalam mengasuh anak dengan kebutuhan khusus patut diacungi jempol. Seperti kisah mengharukan dari Dadang Sudarto (40), yang telah dua tahun berjuang sendiri membesarkan putranya yang didiagnosis sebagai slow learner dan hiperaktif.

Memahami Kondisi Slow Learner pada Anak

Anak dengan kondisi slow learner memiliki potensi intelektual sedikit di bawah rata-rata, dengan skor IQ berkisar 70-89. Karakteristik yang tampak antara lain lambat dalam menangkap pelajaran, kesulitan memecahkan masalah, serta mudah lupa. Anak-anak ini memerlukan metode pembelajaran khusus dan dukungan maksimal dari orang tua untuk meraih prestasi akademik.

Perjuangan Tanpa Henti Seorang Ayah

"Istrinya meninggal dunia tepat saat Rizky menyelesaikan pendidikan SD. Kini Rizky telah duduk di bangku SMP kelas satu," ungkap Dadang dengan haru.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Dadang berjualan mi ayam di kawasan Masjid Agung Surabaya sambil terus merawat putranya, Mohammad Rizky Sudarto. Meski berstatus sebagai orang tua tunggal, Dadang menunjukkan ketelatenan luar biasa dalam mengasuh anaknya.

Perjalanan Panjang Terapi dan Pengobatan

Sejak Rizky masih balita, Dadang dan almarhumah istrinya telah membawanya ke berbagai dokter dan pengobatan alternatif untuk mendapatkan terapi. Sayangnya, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Harapan baru muncul ketika Rizky mulai bersekolah di SLB. Di sinilah Dadang bertemu dengan guru yang memberikan panduan terapi khusus untuk kondisi Rizky.

"Saya dan almarhumah istri sudah berusaha maksimal mencari pengobatan untuk Rizky. Kami berharap dia bisa berkembang seperti anak-anak seusianya. Setelah bertemu guru di SLB yang mengajarkan terapi khusus, saya praktikkan di rumah. Alhamdulillah, Rizky mulai menunjukkan perkembangan, meski memang butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra," kenang Dadang.

Keberhasilan yang Mengharukan

Ketekunan dan kesabaran Dadang bersama mendiang istrinya akhirnya membuahkan hasil. Saat menginjak usia 7 tahun, Rizky mulai mampu mengucapkan berbagai kosa kata.

"Ketika Rizky berusia 7 tahun dan mulai bisa berbicara, itu menjadi motivasi besar bagi saya dan mendiang istri untuk semakin semangat merawatnya," tutur Dadang.

Namun, di saat perkembangan Rizky semakin menggembirakan, musibah datang. Ibunda Rizky meninggal dunia karena sakit, tepat saat Rizky menyelesaikan pendidikan SD di SLB.

Dukungan Tanpa Henti dari Seorang Ayah

Dadang tak ingin Rizky terpuruk dalam kesedihan yang berkepanjangan. Ia selalu hadir di samping putranya, bahkan mengajak Rizky ikut berjualan mi ayam agar tidak merasa kesepian.

"Saat libur sekolah, dia ikut saya berjualan sejak pagi. Kalau ada sekolah, dia bergabung setelah pulang belajar," jelas Dadang.

Prestasi Membanggakan di Bidang Seni

Kesabaran dan keuletan Dadang sebagai orang tua tunggal mulai menuai hasil yang membanggakan. Rizky berhasil meraih berbagai penghargaan melalui kompetisi melukis.

"Bakat Rizky memang di bidang seni. Dia pernah meraih juara 3 lomba melukis se-Kota Surabaya. Sekarang Rizky sedang mendalami seni karawitan di sekolah," papar Dadang dengan bangga.

Meski kemampuan komunikasi Rizky masih perlu dikembangkan, bakat seni yang dimilikinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang ayah.

Pesan Haru untuk Orang Tua dengan Anak Spesial

Dadang berpesan kepada para orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus untuk tetap bersabar dan telaten dalam merawat buah hatinya. Menurutnya, setiap usaha yang dilakukan dengan ketulusan hati pasti akan membuahkan hasil yang indah.

"Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Terus berusaha dan berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan kuasa-Nya," tutup Dadang dengan penuh keyakinan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar