Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat meniru kebiasaan orang Makassar yang gemar menambahkan perasan jeruk nipis ke dalam makanan. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini tidak hanya menyegarkan hidangan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang signifikan.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Budi menjelaskan bahwa jeruk nipis kaya akan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi dari lauk pauk. "Kita mending nyontoh orang Makassar yang punya kebiasaan menarik, di mana semua makanan di-jeruk nipis-in. Kalo ditanya bagus enggak sih buat kesehatan? Ya jelas bagus dong," ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Ia juga menyarankan untuk mengganti kebiasaan menambahkan kecap dengan perasan jeruk nipis. Langkah ini dinilai lebih sehat karena mengurangi konsumsi natrium berlebih dari kecap. "Keuntungan ganda lainnya, rasanya jadi segar dan pastinya kamu enggak gatel nambahin kecap yang diam-diam tinggi natrium," katanya.
Manfaat jeruk nipis tidak berhenti di situ. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, buah sitrus ini mengandung vitamin C, serat, protein, beta-karoten, vitamin B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, dan zinc.
Lima Manfaat Jeruk Nipis
Pertama, membantu penyerapan zat besi. Vitamin C dalam jeruk nipis meningkatkan efisiensi penyerapan zat besi, yang penting untuk pembentukan hemoglobin dan mencegah anemia. Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin C dan antioksidan yang memperkuat sistem imun.
Ketiga, menyehatkan pencernaan. Sifat asam alami jeruk nipis membantu memecah makanan, sementara flavonoidnya merangsang produksi enzim pencernaan. Keempat, secara tradisional jeruk nipis digunakan untuk meredakan batuk karena dipercaya mengencerkan dahak. Kelima, mengurangi asupan natrium berlebih dengan menjadi alternatif penyedap yang lebih sehat dibanding kecap.
Budi pun mengajak masyarakat melestarikan kebiasaan ini. "Ayo kita ikuti langkah sehat ini. Mana nih orang Makassar yang sering makan pakai cara ini? Lestarikan terus budaya ini ya!" ujarnya.
Artikel Terkait
Menkes: 120-140 Ribu Orang Meninggal per Tahun Akibat TB, Skrining Jadi Kendala
Menkes Imbau Warga Terdampak Karhutla Gunakan Masker dan Pantau Kualitas Udara
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Tahun Depan
Kemenkes Bentuk Tim Khusus Tangani Dampak Gempa NTT