Rossa Hadapi Guncangan Mental Akibat Isu Oplas Gagal yang Terorganisir

- Selasa, 14 April 2026 | 05:15 WIB
Rossa Hadapi Guncangan Mental Akibat Isu Oplas Gagal yang Terorganisir

Gara-Gara Isu Oplas Gagal, Kondisi Mental Rossa Terguncang

Isu liar soal operasi plastik yang gagal terus menghantui Rossa. Buntutnya panjang sekali. Tak cuma soal nama baik yang tercoreng, serangan bertubi-tubi dari puluhan akun medsos bodong rupanya benar-benar memukul mental sang diva.

Menurut informasi yang beredar, Rossa terpukul secara psikologis. Alasannya sederhana: ia merasa tuduhan yang dilayangkan netizen itu sama sekali tak berdasar. Rossa pun akhirnya angkat bicara, tapi lewat kuasa hukumnya. Apa saja yang disampaikan? Ini fakta-fakta di balik kasus yang menghebohkan ini.

Pertama, serangannya ternyata terorganisir. Rossa jadi sasaran empuk puluhan akun anonim di berbagai platform, dari Instagram, TikTok, sampai Threads. Kontennya isinya cuma satu: tudingan oplas gagal yang sudah menyebar luas.

Dampaknya langsung terasa. Juru bicara manajemen Rossa, Ikhsan Tualeka, tak menampik bahwa banjir konten negatif ini memengaruhi kondisi batin penyanyi itu. Coba bayangkan suasana hatinya tiap kali membuka medsos di pagi hari.

"Bayangkan bangun pagi, media sosial dipenuhi hal-hal yang tidak berdasar. Itu tentu berdampak secara psikologis,"

ungkap Ikhsan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Di sisi lain, kerugiannya ternyata tak cuma soal mental. Pihak manajemen menyebut ada kerugian materiil dan immateriil yang diderita Rossa. Nilainya masih dalam proses penghitungan, tapi jelas ini bukan hal sepele.

Merespon hal ini, tim hukum mengambil langkah tegas. Mereka yang diwakili M. Ikhsan Tualeka dan Natalia Rusli sudah melayangkan somasi. Para pemilik akun bodong diberi waktu satu kali 24 jam untuk menghapus konten dan minta maaf secara terbuka. Kalau nggak dituruti? Ya siap-siap berurusan dengan hukum pidana.

Yang bikin para pelaku mungkin ketar-ketir, tim hukum mengklaim sudah mengantongi identitas mereka. Pelacakan bahkan disebut bisa sampai ke level perangkat, seperti IMEI dan lokasi. Peluang untuk kabur? Kata mereka, sangat kecil.

Kasus ini jadi pengingat keras. Fitnah di dunia digital dampaknya nyata, bukan cuma sekadar jadi viral lalu hilang. Bagi Rossa, serangan ini benar-benar mengguncang jiwa.

Pihak manajemen berharap langkah tegas ini bisa bikin jera. Mungkin dengan begitu, netizen bisa lebih berpikir panjang sebelum menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar