Lalu ada Inggris. Di negeri Ratu Elizabeth ini, besaran uang sakunya berkisar GBP 1.500 hingga GBP 1.900 per bulan, atau sekitar Rp29-38 juta. Tapi ingat, nominal ini bisa berubah tergantung kamu kuliah di London yang super sibuk atau di kota pelajar seperti Edinburgh yang mungkin sedikit lebih ramah kantong.
Australia juga tak kalah menarik. Para mahasiswa LPDP di sana biasanya menerima AUD 2.500 hingga AUD 2.800. Setara dengan Rp26-29 juta rupiah. Dana itu diharapkan cukup untuk menutupi sewa akomodasi, makan, transportasi, dan kebutuhan lain selama belajar.
Kita bergeser ke Eropa. Swiss, negara dengan pemandangan alpinenya yang memukau, punya biaya hidup yang tinggi pula. Maka, uang saku yang disiapkan pun cukup besar: sekitar CHF 2.050 hingga CHF 2.400 per bulan. Konversinya kira-kira Rp36 juta sampai lebih dari Rp43 juta.
Terakhir, Belanda. Negara kincir angin ini menawarkan uang saku sekitar EUR 1.500 per bulan, atau setara Rp25-26 juta. Meski tak sebesar negara lain dalam daftar, jumlah ini dirasa cukup untuk hidup nyaman sebagai pelajar di sana.
Intinya, besaran-besaran tujuannya satu: memastikan para penerima beasiswa bisa fokus belajar. Dengan dukungan finansial yang memadai, beban biaya hidup di luar negeri diharapkan tidak lagi menjadi mimpi buruk.
Artikel Terkait
Atta Halilintar Ungkap Derita Eksim yang Membuatnya Takut Sinar Matahari
Ifan Seventeen Ungkap Strategi di Balik Lagu Viral 1,4 Juta Konten TikTok
Syeikh Ahmad Al-Misry, Ulama Mesir Fasih Berbahasa Indonesia, Jadi Sorotan Publik
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta