Menurut penuturannya, kondisi ini sudah ia konsultasikan ke dokter. Hasilnya? Memang, kulit Atta punya tingkat sensitivitas yang tinggi sekali terhadap sinar matahari. Dampaknya nggak main-main dan bisa bertahan lama.
Rasa perih itu, ujarnya, nggak cepat hilang. Bisa aja nyangkut berhari-hari.
"Kalau kena matahari langsung, kadang perihnya bisa sampai lima hari,"
katanya lagi.
Nah, kondisi ini akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. Demi meminimalkan risiko, Atta mengaku lebih memilih beraktivitas di luar ruangan saat malam hari atau saat matahari sudah mulai tenggelam. Dengan begitu, ia tetap bisa produktif tanpa dibayangi kekhawatiran kulitnya akan bermasalah.
Artikel Terkait
LPDP Sesuaikan Besaran Tunjangan Hidup dengan Biaya Hidup Negara Tujuan
Ifan Seventeen Ungkap Strategi di Balik Lagu Viral 1,4 Juta Konten TikTok
Syeikh Ahmad Al-Misry, Ulama Mesir Fasih Berbahasa Indonesia, Jadi Sorotan Publik
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta