Etika dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Imam Al-Ghazali dalam risalahnya menyebut setidaknya ada delapan adab i'tikaf. Intinya adalah konsentrasi penuh. Terus berdzikir, jangan banyak ngobrol, tahan diri dari keinginan nafsu, dan taati aturan Allah. Tetaplah di tempat, jangan mondar-mandir.
Nah, ada juga hal-hal yang bisa membatalkannya. Yang utama adalah berhubungan suami-istri (jima’), sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 187. Keluar dari masjid tanpa keperluan syar'i juga membatalkan, kecuali hanya menjulurkan sebagian anggota badan seperti yang pernah Rasulullah contohkan.
Selain itu, murtad, mabuk, serta haid dan nifas bagi perempuan juga menjadi pembatal. Para ulama berbeda pendapat soal mabuk di malam hari, namun secara umum keadaan tak sadar itu mengganggu kekhusyukan ibadah.
Doa dan Keutamaan yang Menggiurkan
Saat beri'tikaf, panjatkan dzikir seperti "Subhaanallah walhamdulillah..." dan doa khusus: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii" (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, maka maafkanlah aku). Juga jangan lupa doa sapu jagat meminta kebaikan dunia akhirat.
Keutamaannya? Sungguh besar. Dalam sebuah riwayat disebutkan, siapa yang i'tikaf sepuluh hari di Ramadhan, pahalanya setara dua haji dan dua umrah. Luar biasa, bukan? Riwayat lain menyebut, i'tikaf satu hari saja dengan niat ikhlas akan menjauhkan pelakunya dari neraka sejauh tiga parit, yang masing-masing jaraknya sejauh langit dan bumi.
Inilah ibadah yang dijalani Nabi sepanjang hidupnya di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Mari kita upayakan, semoga bisa meraih kemuliaannya.
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Deddy Corbuzier Ancam Kejar Peramal yang Manfaatkan Duka Vidi Aldiano
Doa Mustajab di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Anjuran dan Contohnya
BPOM Temukan Ribuan Produk Pangan Ilegal dan Berbahaya Jelang Lebaran 2026
KPK Periksa Mantan Menhub Budi Karya Sumadi di Semarang Terkait Kasus Korupsi Kereta Api