Korea Selatan Puncaki Peringkat IQ Global di Tengah Ketegangan dengan Netizen Asia Tenggara

- Selasa, 17 Februari 2026 | 17:15 WIB
Korea Selatan Puncaki Peringkat IQ Global di Tengah Ketegangan dengan Netizen Asia Tenggara

JAKARTA – Belakangan ini, netizen Korea Selatan atau yang akrab disebut K-Netz ramai jadi bahan pergunjingan. Isunya, mereka dianggap tak bisa berbahasa Inggris. Tapi, di balik viralnya olok-olok itu, ada fakta menarik: Korea Selatan ternyata menempati peringkat pertama dunia untuk rata-rata IQ.

Perseteruan antara K-Netz dan warganet Asia Tenggara termasuk Indonesia memang memanas di media sosial X. Awalnya, netizen Korea dituding melakukan tindakan rasis terhadap warganet Malaysia dan negara ASEAN lain. Dari situ, pertikaian digital pun meledak. SEAblings, sebutan untuk netizen Asia Tenggara, dan K-Netz saling serang. Bahkan sejumlah artis dari kedua kubu ikut terseret, menjadi korban cibiran rasis yang bertebaran di linimasa.

Ini bukan kali pertama ketegangan seperti ini terjadi. Beberapa tahun terakhir, gesekan antara K-Netz dan netizen Indonesia beberapa kali mencuat. Polanya sering sama: berawal dari komentar di forum komunitas Korea, lalu diterjemahkan dan viral di Indonesia, hingga memantik amarah massal.

Lalu, bagaimana dengan klaim soal kecerdasan orang Korea? Menurut data dari International IQ Test, rata-rata IQ Korea Selatan berada di angka 106,97. Angka itu menempatkan mereka di puncak dari 137 negara yang masuk dalam daftar.

Namun begitu, angka IQ rata-rata suatu negara itu bukan cerita sederhana. Banyak faktor yang bermain. Para peneliti kerap menyoroti pengaruh beban kesehatan, termasuk paparan penyakit infeksi. Sebuah studi tahun 2010 menemukan, negara dengan beban infeksi tinggi cenderung punya skor kognitif lebih rendah. Dampaknya terasa pada perkembangan dan pendidikan anak. Kawasan seperti Afrika, misalnya, cukup terdampak oleh faktor ini.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar