MURIANETWORK.COM - Perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk di daerah, mendorong kebutuhan akan layanan keuangan digital yang lebih adaptif dan mudah diakses. Konsumen kini tidak hanya mengutamakan fungsi dasar perbankan, tetapi lebih menekankan pada pengalaman bertransaksi yang cepat, mulus, dan terintegrasi dengan aktivitas digital sehari-hari. Pergeseran perilaku ini menuntut inovasi berkelanjutan dari para penyedia jasa keuangan.
Pergeseran Perilaku Konsumen di Era Digital
Perilaku bertransaksi masyarakat telah mengalami transformasi yang cukup dalam. Aktivitas yang sebelumnya didominasi transaksi konvensional, kini bergerak masif ke ranah digital. Belanja daring, pemesanan tiket perjalanan melalui aplikasi, hingga langganan konten hiburan seperti musik dan video, telah menjadi kebiasaan baru. Yang menarik, tren ini tidak hanya melekat pada generasi muda, tetapi juga mulai banyak diadopsi oleh kelompok usia yang lebih senior seiring dengan meningkatnya literasi teknologi.
Hal ini menciptakan ekspektasi baru. Konsumen menginginkan proses pembayaran yang ringkas dan tanpa hambatan, di mana pun dan kapan pun. Pengalaman pengguna, atau user experience, kini dinilai setara pentingnya dengan fungsi produk keuangan itu sendiri.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengamati perubahan ini. “Perilaku konsumen terus berkembang. Saat ini, experience menjadi sama pentingnya dengan fungsi, dan konsumen menginginkan semua proses transaksi yang ringkas, sederhana, dan seamless,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Artikel Terkait
Waspada Microsleep, Ancaman Tersembunyi bagi Pemudik Arus Balik
Riset Ungkap Manfaat Rutin Minum Teh di Pagi Hari untuk Energi dan Kesehatan Jantung
VISION+ Hadirkan Ratusan Microdrama dengan Konflik Padat dan Durasi Singkat
Sidang Perceraian Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa Lanjut ke Mediasi