Visa Soroti Pentingnya Pengalaman Pengguna dalam Transaksi Digital

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:10 WIB
Visa Soroti Pentingnya Pengalaman Pengguna dalam Transaksi Digital

MURIANETWORK.COM - Perubahan gaya hidup masyarakat, termasuk di daerah, mendorong kebutuhan akan layanan keuangan digital yang lebih adaptif dan mudah diakses. Konsumen kini tidak hanya mengutamakan fungsi dasar perbankan, tetapi lebih menekankan pada pengalaman bertransaksi yang cepat, mulus, dan terintegrasi dengan aktivitas digital sehari-hari. Pergeseran perilaku ini menuntut inovasi berkelanjutan dari para penyedia jasa keuangan.

Pergeseran Perilaku Konsumen di Era Digital

Perilaku bertransaksi masyarakat telah mengalami transformasi yang cukup dalam. Aktivitas yang sebelumnya didominasi transaksi konvensional, kini bergerak masif ke ranah digital. Belanja daring, pemesanan tiket perjalanan melalui aplikasi, hingga langganan konten hiburan seperti musik dan video, telah menjadi kebiasaan baru. Yang menarik, tren ini tidak hanya melekat pada generasi muda, tetapi juga mulai banyak diadopsi oleh kelompok usia yang lebih senior seiring dengan meningkatnya literasi teknologi.

Hal ini menciptakan ekspektasi baru. Konsumen menginginkan proses pembayaran yang ringkas dan tanpa hambatan, di mana pun dan kapan pun. Pengalaman pengguna, atau user experience, kini dinilai setara pentingnya dengan fungsi produk keuangan itu sendiri.

Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, mengamati perubahan ini. “Perilaku konsumen terus berkembang. Saat ini, experience menjadi sama pentingnya dengan fungsi, dan konsumen menginginkan semua proses transaksi yang ringkas, sederhana, dan seamless,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Dominasi Pembayaran Digital di Sektor Gaya Hidup

Riset terkini memperlihatkan bahwa pembayaran digital semakin mendominasi transaksi di sektor-sektor yang berkaitan dengan gaya hidup dan hiburan. Kategori seperti game, olahraga, wellness, fashion, dan konten digital menjadi area pertumbuhan yang pesat. Dalam memilih metode pembayaran, faktor-faktor seperti program reward, pengalaman unik, dan kemudahan proses menjadi pertimbangan utama konsumen, di samping faktor keamanan tentunya.

Kebutuhan ini juga semakin terasa di daerah. Konsumen menginginkan fleksibilitas yang sama: mampu bertransaksi dengan lancar baik di platform e-commerce lokal, saat merencanakan perjalanan wisata, hingga saat harus melakukan pembayaran lintas negara. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan geografi.

Kolaborasi Kunci Menjawab Tantangan

Evolusi yang cepat ini tentu menuntut respons yang agile dari seluruh ekosistem keuangan. Tidak lagi cukup hanya dengan inovasi dari satu pihak. Diperlukan penguatan kolaborasi yang erat antara institusi perbankan, penyedia teknologi, dan berbagai pelaku pendukung lainnya. Tujuannya jelas: menciptakan layanan yang benar-benar relevan dengan dinamika kehidupan konsumen masa kini.

Vira Widiyasari menegaskan bahwa pendekatan ini penting untuk masa depan. “Di era digital, pemahaman terhadap lifestyle konsumen menjadi kunci agar layanan keuangan bisa terus relevan dan mendorong inklusi keuangan secara lebih luas,” tuturnya.

Dengan kata lain, masa depan layanan keuangan tidak lagi sekadar tentang uang yang berpindah, tetapi tentang bagaimana memfasilitasi gaya hidup dan aspirasi masyarakat secara digital dengan cara yang paling sederhana dan dapat dipercaya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar