“Saya mempelajari dan memesan itu semua, dan saya mengenakan itu semua.”
Penyamaran ini dia jalani setiap kali berkunjung ke rumah sang pacar. Mereka jelas nggak bisa keluyuran bebas. Gila nya, aksi nyamar ini berlangsung sampai enam bulan! Rosé sampe nyiapin area khusus di rumahnya buat nyimpen ‘koleksi’ baju nenek-nenek itu. Pacarnya waktu itu ikut-ikutan, pake gaya kakek-kakekan, meski nggak seekstrem Rosé yang pake wig.
“Dia sempat melakukannya. Tapi tidak segila saya yang harus memakai wig, karena saya butuh wig. Dan saat itu saya juga mengikuti cara berjalannya nenek-nenek,” ungkapnya.
Setelah hubungan itu berakhir, Rosé berhenti nyamar. Di hubungan berikutnya, cara ekstrem itu nggak dia ulang lagi.
Kini, di usianya yang menginjak kepala dua, Rosé mengaku lagi mencari cinta. Tapi ya itu, dengan statusnya sebagai superstar global, perkara cinta jadi nggak gampang. Dia lebih nyaman pacaran dengan orang yang satu industri, karena merasa susah nyambung sama orang dari dunia luar.
“Biasanya mereka punya pengalaman yang sama saat mereka tumbuh besar. Saya merasa tidak punya pengalaman yang sama dan seperti alien di antara mereka,” ceritanya.
“Mereka mengobrol soal hal-hal itu, sementara saya tak bisa memahami itu semua karena masa muda saya sebagai trainee dan pekerjaan sebagai idol.”
Jadi begitulah. Di balik glamor dan sorotan lampu, ternyata buat ketemu orang yang disayang aja, harus pakai kostum nenek-nenek dulu.
Artikel Terkait
Dua Dekade di LOréal, Melanie Masriel Ungkap Kunci Sukses dan Kepemimpinan yang Menggerakkan Dunia
Zyta Delia Siap Ramaikan Ramadan dengan Koleksi Fungsional
Es Mencair dalam Mimpi: Alarm Batin atau Fajar Perubahan?
Malam Pengampunan di 2026: Tanggal dan Amalan Nisfu Syaban