Dua Dekade di LOréal, Melanie Masriel Ungkap Kunci Sukses dan Kepemimpinan yang Menggerakkan Dunia

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:36 WIB
Dua Dekade di LOréal, Melanie Masriel Ungkap Kunci Sukses dan Kepemimpinan yang Menggerakkan Dunia

Tapi, saya akan sangat menghargai orang yang mau bekerja lebih keras dan memberikan hasil di atas ekspektasi. Saya cukup santai sebagai pemimpin tim. Let's do it, let's be creative. Melihat tren yang sedang happening itu penting, bahkan di korporat. We have to always find a way to adapt and grab our audience.

Q: Bagaimana Anda mendefinisikan sustainability, mengingat ini adalah satu pilar yang sangat difokuskan oleh perusahaan.

M: Di L'Oréal, prinsip keberlanjutan sudah meresap dalam cara kami bekerja. Baik di kegiatan pemasaran, produksi di pabrik, hingga pengiriman keberlanjutan selalu jadi pertimbangan, karena kami melihat untuk jangka panjang.

Kami yakin sustainability adalah kunci untuk masa depan. Di L'Oréal, kami punya komitmen “L'Oréal For the Future” yang punya empat pilar utama.

Pertama, transisi iklim; bagaimana kami mengurangi dampak lingkungan, seperti menekan jejak karbon. Kedua, mengamankan lingkungan; menjaga kelestarian alam agar bisnis kami tidak memberi dampak negatif.

Ketiga, mendorong ekonomi sirkular. Circularity ini penting karena kami perusahaan FMCG, kontribusi terhadap limbah bisa besar. Kami harus memastikan ada aspek daur ulang di sana.

Terakhir, bagi kami di L'Oréal, keberlanjutan harus mendukung masyarakat. Lingkungan dan masyarakat harus berjalan beriringan. Jadi, memastikan operasional sesuai prinsip keberlanjutan adalah yang utama.

Q: L'Oréal bergerak di industri kecantikan. Di satu sisi, industri ini memberdayakan, tapi di sisi lain ia juga kerap dikaitkan dengan "standar kecantikan" yang kaku. Bagaimana tanggapan Anda?

M: Ini memang seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada stereotipe kecantikan yang terbentuk di masyarakat. Namun di sisi lain, industri kecantikan punya kekuatan pemberdayaan yang luar biasa.

Kecantikan bisa menjadi sumber kepercayaan diri, ekspresi diri, perawatan diri, dan pemberdayaan ekonomi. Industri ini sangat besar. Rantai nilainya luas sekali; mulai dari petani bahan baku, pekerja pabrik, sampai karyawan di toko.

Q: Seperti apa pemberdayaan lewat industri kecantikan yang Anda maksud?

M: Di era digital sekarang, ada yang namanya influencer affiliate. Ada juga dermatolog, hairdresser. Industri ini kuat. Kami punya kampanye The Essentiality of Beauty, yang menunjukkan bagaimana kecantikan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan bagi kesejahteraan.

Saya ingin soroti program affiliate. Ini profesi yang cukup menjanjikan sekarang. Siapa pun bisa jadi affiliate asal punya keberanian, smartphone, dan kemauan. Mereka bisa dapat komisi dari penjualan.

Kami mendukung mereka dengan akses ke produk terbaru, pelatihan, bahkan sesi penghargaan untuk kontribusinya.

Selain itu, L'Oréal banyak melakukan upskilling dan edukasi. Dalam program filantropi, kami punya pusat pelatihan di 11 lokasi di Indonesia. Sudah enam ribu orang yang bergabung dan dapat keahlian di bidang kecantikan.

Ada juga program Hairducation untuk anak SMK, agar mereka siap kerja. Kami pertemukan dengan salon mitra untuk magang. Banyak yang sekarang jadi penata rambut profesional bahkan punya salon sendiri.

Q: Bagaimana L'Oréal merangkul keberagaman dalam kecantikan?

M: Ini sudah tertanam dalam kebijakan etis kami. Kami harus mengembangkan produk yang mencerminkan keberagaman konsumen. Kami punya hampir 40 brand, masing-masing melayani kebutuhan yang berbeda-beda. Kecantikan yang etis itu penting.

Tak cuma itu, L'Oréal juga aktif dalam isu sosial yang relevan. Contoh, L'Oréal Paris punya kampanye Stand Up Against Street Harassment. Maybelline ada program Maybelline Brave Together untuk kesehatan mental.

Ada juga kampanye YSL Abuse Is Not Love tentang kekerasan dalam hubungan, dan Kerastase Power Talk untuk kepercayaan diri perempuan muda. L'Oréal Professionnel punya Hairducation untuk melatih hairdresser. Itulah brand cause yang kami usung.

Q: Bagi kumparanWOMAN, Melanie Masriel adalah seorang role model; pemimpin tangguh yang mengupayakan hal baik untuk keluarga dan perusahaan. Bagaimana tanggapan Anda?

M: Terima kasih banyak. Tapi menurut saya, saya masih dalam proses menjadi itu. Sebab, role model itu tentang menginspirasi orang lain, mengarahkan mereka pada perilaku, nilai-nilai, hingga standar sukses.

Role model bisa siapa saja. Kadang saya mengagumi seseorang karena satu dua sifatnya. Lalu, saya ingin mencontoh sifat lain dari role model yang berbeda. Jadi, tidak harus satu sosok yang kita tiru sepenuhnya.

Q: Siapa sosok yang menjadi role model Anda?

M: Dari dulu, saya sangat mengagumi Michelle Obama. Dia luar biasa. Dia adalah Ibu Negara, tapi karismanya seperti presiden, menurut saya.

Dia istri yang baik, perempuan karier yang baik, juga ibu yang baik anak-anaknya sukses semua. Dia juga ibu negara yang inspiratif. Saya suka melihat dia berpidato. Latar belakangnya sebagai pengacara dan perempuan karier, lalu dia memilih fukung mendukung suaminya. Tapi, dia tetap aktif di kegiatan nirlaba dan lainnya. Saya sangat mengaguminya.


Halaman:

Komentar