Remaja Putri dan Ancaman Anemia: Pola Makan Masa Kini, Masalah Besar di Masa Depan

- Senin, 12 Januari 2026 | 18:42 WIB
Remaja Putri dan Ancaman Anemia: Pola Makan Masa Kini, Masalah Besar di Masa Depan

Kalau ditanya soal anemia, kebanyakan orang baru ingat saat tubuh sudah lemas dan pusing. Padahal, akar masalahnya bisa saja sudah tertanam jauh sebelumnya tepatnya di masa remaja. Pola makan di usia belasan tahun ternyata punya pengaruh besar terhadap risiko anemia di kemudian hari. Fase remaja, terutama bagi perempuan, adalah masa krusial untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat.

Hal ini ditekankan oleh Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia menyampaikannya dalam sebuah acara talkshow di Jakarta Selatan belum lama ini.

Lawan Anemia, Dimulai dari Kesadaran Remaja

Menurut dr. Diana, kunci utamanya ada di kesadaran. Remaja, khususnya remaja putri, harus paham bahwa tubuh mereka memerlukan asupan gizi yang lengkap dan bervariasi setiap hari. Bukan sekadar kenyang, tapi juga bernutrisi.

“Saat ini sih yang kami utamakan adalah memberikan kesadaran kepada anak-anak remaja, remaja-remaja putri, bahwa mereka itu butuh gizi, butuh makan makanan yang beragam dan seimbang,”

Begitu penjelasannya.

Sayangnya, realitanya tak semudah itu. Ada tekanan untuk tampil langsing yang kerap membuat remaja putri membatasi makan. Mereka lupa, menjaga bentuk tubuh dan memenuhi nutrisi itu bisa berjalan beriringan. Kalau asupan makan tidak seimbang, risiko kekurangan zat gizi termasuk zat besi bisa meningkat. Dan itu awal mula anemia.

“Kan sekarang rata-rata kalau remaja putri pinginnya langsing-langsing kan? Nah sering kali lupa, padahal kan kalau pun mereka tetap mau langsing, tetap harus makan makanan yang beragam,”

tambah dr. Diana.

Lalu, dari mana zat besi bisa didapat? Sumbernya beragam. Bisa dari protein hewani seperti daging, atau dari sayuran hijau. Namun begitu, ada catatan penting khusus untuk zat besi dari tumbuhan.

“Tapi kalau dari sayuran harus bersamaan konsumsinya dengan sumber vitamin C juga supaya terserap dengan baik,”

tutupnya. Maksudnya, sepiring bayam akan lebih bermanfaat jika disantap bersama jeruk atau tomat. Penyerapannya jadi jauh lebih optimal.

Intinya, mencegah anemia itu bukan kerja singkat. Butuh komitmen sejak dini, dimulai dari piring makan di masa remaja. Karena kesehatan di usia dewasa, seringkali adalah cerminan dari pilihan-pilihan kecil di masa lalu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar