Kalau ditanya soal anemia, kebanyakan orang baru ingat saat tubuh sudah lemas dan pusing. Padahal, akar masalahnya bisa saja sudah tertanam jauh sebelumnya tepatnya di masa remaja. Pola makan di usia belasan tahun ternyata punya pengaruh besar terhadap risiko anemia di kemudian hari. Fase remaja, terutama bagi perempuan, adalah masa krusial untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat.
Hal ini ditekankan oleh Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia menyampaikannya dalam sebuah acara talkshow di Jakarta Selatan belum lama ini.
Lawan Anemia, Dimulai dari Kesadaran Remaja
Menurut dr. Diana, kunci utamanya ada di kesadaran. Remaja, khususnya remaja putri, harus paham bahwa tubuh mereka memerlukan asupan gizi yang lengkap dan bervariasi setiap hari. Bukan sekadar kenyang, tapi juga bernutrisi.
“Saat ini sih yang kami utamakan adalah memberikan kesadaran kepada anak-anak remaja, remaja-remaja putri, bahwa mereka itu butuh gizi, butuh makan makanan yang beragam dan seimbang,”
Begitu penjelasannya.
Sayangnya, realitanya tak semudah itu. Ada tekanan untuk tampil langsing yang kerap membuat remaja putri membatasi makan. Mereka lupa, menjaga bentuk tubuh dan memenuhi nutrisi itu bisa berjalan beriringan. Kalau asupan makan tidak seimbang, risiko kekurangan zat gizi termasuk zat besi bisa meningkat. Dan itu awal mula anemia.
“Kan sekarang rata-rata kalau remaja putri pinginnya langsing-langsing kan? Nah sering kali lupa, padahal kan kalau pun mereka tetap mau langsing, tetap harus makan makanan yang beragam,”
tambah dr. Diana.
Lalu, dari mana zat besi bisa didapat? Sumbernya beragam. Bisa dari protein hewani seperti daging, atau dari sayuran hijau. Namun begitu, ada catatan penting khusus untuk zat besi dari tumbuhan.
“Tapi kalau dari sayuran harus bersamaan konsumsinya dengan sumber vitamin C juga supaya terserap dengan baik,”
tutupnya. Maksudnya, sepiring bayam akan lebih bermanfaat jika disantap bersama jeruk atau tomat. Penyerapannya jadi jauh lebih optimal.
Intinya, mencegah anemia itu bukan kerja singkat. Butuh komitmen sejak dini, dimulai dari piring makan di masa remaja. Karena kesehatan di usia dewasa, seringkali adalah cerminan dari pilihan-pilihan kecil di masa lalu.
Artikel Terkait
Silmy Karim Resmi Tersangka Korupsi, Presiden Prabowo Copot Jabatan Wakil Menteri Imigrasi
Pakar Lingkungan Peringatkan Risiko Kesehatan di Balik Kebiasaan Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan
Pemerintah Tetapkan 1 Muharram 1448 H sebagai Hari Libur Nasional, Ini Sejarah dan Keutamaannya
Berbaring 20–30 Menit setelah Berhubungan Intim Dipercaya Bantu Tingkatkan Peluang Hamil