Banyak orang tua mengenal pneumonia sebagai infeksi paru-paru. Namun, tahukah Anda bahwa bakteri penyebab pneumonia sebenarnya dapat bersembunyi di berbagai bagian saluran napas atas?
Menurut penjelasan dokter spesialis anak, bakteri Streptococcus pneumoniae, si penyebab umum pneumonia, tidak hanya menetap di paru-paru. Bakteri ini dapat menyebar ke berbagai area tubuh dan memicu penyakit serius lainnya.
Perjalanan Bakteri Pneumonia di Dalam Tubuh
Bakteri pneumonia secara alami dapat hidup di hidung dan tenggorokan tanpa menimbulkan gejala. Dari lokasi inilah, bakteri dapat mulai menyebar. Jika bergerak ke telinga, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi telinga tengah atau otitis media. Apabila berpindah ke rongga sinus, maka sinusitis dapat terjadi.
Karena saluran napas merupakan satu kesatuan dari hidung hingga paru-paru, perpindahan bakteri menjadi sangat mudah. Infeksi baru yang disebut pneumonia terjadi ketika bakteri berhasil mencapai dan menginfeksi jaringan paru-paru.
Ancaman tidak berhenti di situ. Di dalam paru-paru, terdapat banyak pembuluh darah kapiler. Jika bakteri berhasil menembus dinding pembuluh darah ini dan masuk ke aliran darah, infeksi yang terjadi menjadi jauh lebih berbahaya. Kondisi ini dikenal sebagai Invasive Pneumococcal Disease (IPD).
Komplikasi Berat: Meningitis dan Sepsis
Dalam kondisi terburuk, bakteri dapat menembus sawar darah otak dan mencapai selaput otak, menyebabkan meningitis. Meningitis adalah infeksi serius pada selaput otak yang memerlukan penanganan medis segera.
Komplikasi paling mengerikan adalah sepsis. Sepsis adalah respons tubuh yang ekstrem dan berpotensi mematikan terhadap infeksi yang telah menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan intensif.
Penjelasan ini menggarisbawahi bahwa infeksi Streptococcus pneumoniae memiliki berbagai tingkat keparahan dan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu, langkah pencegahan, termasuk melengkapi imunisasi, menjadi kunci utama untuk melindungi anak dari berbagai risiko komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh bakteri ini.
Artikel Terkait
Azia Riza dan Boengkoes Kacaukan Tantangan Ringan di Maniak
Nikita Mirzani Soroti Perlakuan Hukum Berbeda untuk dr. Richard Lee
Ade Rai Sarankan Sahur Tanpa Karbohidrat untuk Jaga Stamina dan Imun Saat Puasa
Tips Atur Pola Tidur dan Asupan Makanan untuk Jaga Kebugaran Selama Ramadan