IHSG Dibuka Menguat, Sektor Infrastruktur Melonjak 2,21 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Kamis, 13 November 2025, dengan sentimen positif. IHSG tercatat menguat ke level 8.412 pada pembukaan.
Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,17 persen atau setara 14,20 poin, menempatkan indeks di level 8.402. Aktivitas perdagangan terlihat cukup padat dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,30 miliar lembar. Nilai transaksi melampaui Rp1,50 triliun yang terjadi dalam 212.087 kali transaksi.
Secara keseluruhan, kinerja saham individu di pasar modal menunjukkan lebih banyak penguatan. Sebanyak 281 saham mengalami kenaikan harga, sementara 174 saham tercatat melemah, dan 200 saham lainnya stagnan atau harganya tidak berubah.
Pergerakan Sektor Saham
Mayoritas sektor saham berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan impresif sebesar 2,21 persen. Sektor lain yang juga berkontribusi pada penguatan IHSG antara lain:
- Sektor Bahan Baku: Naik 0,81 persen
- Sektor Energi: Naik 0,70 persen
- Sektor Kesehatan: Naik 0,71 persen
- Sektor Properti: Naik 0,33 persen
Di sisi lain, beberapa sektor justru mengalami tekanan pelemahan. Sektor teknologi menjadi yang terdepresiasi paling dalam dengan penurunan sebesar 0,83 persen, diikuti oleh sektor industri yang turun 0,46 persen.
Top Gainers dan Top Losers
Pada sesi pagi ini, saham-saham dengan kinerja terbaik atau top gainers didominasi oleh emiten tertentu. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memimpin dengan kenaikan harga saham yang signifikan sebesar 23,77 persen ke level Rp5.025.
Berikut daftar saham yang mengalami penurunan harga terbesar atau top losers:
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB): Turun 8,50 persen
- PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ): Turun 6,35 persen
- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR): Turun 5,92 persen
Artikel Terkait
Danantara Alokasikan 50% Dana Kelolaan ke Pasar Modal
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi