Kabupaten Agam masih belum bisa bernapas lega. Pasca banjir bandang yang melanda pada 31 Desember lalu, ancaman baru mengintai: tanah longsor susulan. Menurut keterangan Kementerian Pekerjaan Umum, kondisi tanah di sejumlah titik sudah berubah menjadi lunak, sehingga sangat rentan bergerak.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus bekerja cepat.
"Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Fokus penanganan ada di sektor vital seperti jalan, jembatan, dan yang tak kalah penting, air bersih beserta sanitasi.
Di sisi lain, potensi bahaya itu nyata. Naryo Widodo, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, menyoroti satu lokasi yang perlu diwaspadai.
"Potensi longsor susulan masih cukup tinggi, khususnya di kawasan Kelok 28 yang masih menyimpan banyak material longsoran," jelasnya.
Artikel Terkait
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global