Agam Waspada: Longsor Susulan Mengintai Pasca Banjir Bandang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:55 WIB
Agam Waspada: Longsor Susulan Mengintai Pasca Banjir Bandang

Kabupaten Agam masih belum bisa bernapas lega. Pasca banjir bandang yang melanda pada 31 Desember lalu, ancaman baru mengintai: tanah longsor susulan. Menurut keterangan Kementerian Pekerjaan Umum, kondisi tanah di sejumlah titik sudah berubah menjadi lunak, sehingga sangat rentan bergerak.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus bekerja cepat.

"Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

Fokus penanganan ada di sektor vital seperti jalan, jembatan, dan yang tak kalah penting, air bersih beserta sanitasi.

Di sisi lain, potensi bahaya itu nyata. Naryo Widodo, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, menyoroti satu lokasi yang perlu diwaspadai.

"Potensi longsor susulan masih cukup tinggi, khususnya di kawasan Kelok 28 yang masih menyimpan banyak material longsoran," jelasnya.

Koordinasi dengan pemkab dan aparat di lapangan pun digenjot. Soal peralatan, upaya penguatan terus dilakukan. Saat ini ada empat unit alat berat yang sudah dikerahkan dari Polri, BWS, dan PU Kabupaten. Rencananya, akan ada tambahan lagi.

"BWS akan menambah 2 alat berat di rencanakan 1 unit akan datang pada 3 Januari 2026, satunya lagi 6 Januari 2026," kata Naryo.

Sementara itu, warga yang terdampak di Kecamatan Tanjung Raya sudah dievakuasi ke hunian sementara di Palembayan. Untuk mendukung mereka, Kementerian PU mengirimkan unit pengolah air mobile dan beberapa titik hidran umum agar pasokan air bersih tak putus di pengungsian.

Kalau dilihat dari angka, kesiapan logistik terhitung masif. Hingga 30 Desember lalu, ada 341 unit alat berat yang disiagakan campuran dari aset PU dan mitra BUMN. Jembatan darurat Bailey sudah terpasang enam unit, dengan satu unit lagi dalam proses. Untuk urusan air dan sanitasi, puluhan unit tangki air, toilet portable, hingga hidran umum telah disebar.

Tak cuma alat berat. Dukungan material penahan erosi seperti geobag dan bronjong kawat juga dikirim, totalnya mencapai lebih dari dua ribu unit. Intinya, komitmen untuk hadir dan pulihkan infrastruktur di Agam dan Sumbar secara umum terus digaungkan. Mereka bertekad bekerja sama dengan daerah dan instansi terkait, demi keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar