Medco Power Operasikan PLTGU Add-On 39 MW, Pacu Efisiensi Kelistrikan Batam
PT Medco Power Indonesia, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), telah secara resmi memulai operasi komersial untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Add-On berkapasitas 39 MW di Tanjung Uncang, Batam. Keberhasilan proyek ini menandai peningkatan signifikan dalam sistem kelistrikan wilayah Batam dan Bintan.
Konversi ke Combined Cycle Tingkatkan Kapasitas dan Efisiensi
Proyek yang dikembangkan melalui PT Energi Listrik Batam (ELB) ini secara efektif mengonversi fasilitas pembangkit open-cycle yang telah ada. Sebelumnya, fasilitas ini memiliki kapasitas 70 MW dari dua unit turbin gas. Dengan penambahan sistem combined cycle, kapasitas total pembangkit kini melonjak menjadi 109 MW.
Teknologi Ramah Lingkungan Turunkan Emisi Karbon
Peningkatan kapasitas ini dicapai dengan memanfaatkan panas buang dari turbin gas yang sudah ada untuk menggerakkan turbin uap baru. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan output listrik tetapi juga mendongkrak efisiensi energi secara keseluruhan. Yang lebih penting, intensitas karbon pembangkit berhasil dipotong separuh, dari semula 0,8 ton CO₂ per MWh menjadi hanya 0,4 ton CO₂ per MWh.
Dukungan untuk Pertumbuhan Industri Batam dan Bintan
Keandalan pasokan listrik yang meningkat sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan kawasan industri di Batam dan Bintan. Proyek ini menjamin pasokan listrik yang lebih stabil dan efisien, yang menjadi tulang punggung bagi aktivitas industri di wilayah tersebut.
Komitmen Medco Power pada Keberlanjutan dan Keselamatan
Eka Satria, Presiden Direktur & CEO Medco Power Indonesia, menegaskan bahwa proyek Add-On ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan. Dengan menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber energi yang sama, kinerja keseluruhan asset meningkat seiring dengan penurunan jejak karbon.
Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi, menambahkan bahwa proyek ini selaras dengan strategi perusahaan untuk membangun portofolio ketenagalistrikan yang lebih efisien dan rendah karbon, sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pencapaian lain yang patut dicatat adalah penyelesaian proyek dengan catatan keselamatan yang sangat baik, yaitu lebih dari 2,7 juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja, yang mencerminkan standar operasi tinggi dan komitmen kuat terhadap keselamatan.
Artikel Terkait
Pemegang Saham Utama Panca Global Kapital Kembali Divestasi 4,45% Saham
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Influencer dan Pelaku Manipulasi Saham
DPR dan Pemerintah Pacu Program Rumah MBR, Anggaran Naik Rp10,89 Triliun
Bitcoin Turun Usai Rilis Notulensi FOMC, Analis Sebut Koreksi Wajar