Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog berencana membangun 100 gudang baru pada tahun 2026. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun dan akan dikerjakan oleh BUMN Konstruksi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pembangunan gudang ini adalah upaya konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan petani terkait penyerapan hasil panen gabah dan jagung. Langkah ini didukung oleh penerbitan Instruksi Presiden serta Surat Keputusan Bersama yang melibatkan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertanian.
Prioritas Pembangunan di Daerah 3T dan Sentra Produksi
Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa 100 gudang baru akan diprioritaskan di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Beberapa lokasi yang menjadi contoh prioritas adalah Nias Selatan dan Morotai, yang sering mengalami kendala distribusi akibat cuaca.
Pembangunan gudang di lokasi yang dekat dengan sentra produksi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan menekan biaya operasional. Selain itu, sebagian gudang akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan modern seperti Rice Milling Unit dan dryer untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas pangan.
Kapasitas Gudang dan Target Waktu Pengerjaan
Kapasitas setiap gudang Bulog yang baru akan bervariasi, disesuaikan dengan luas wilayah dan potensi lumbung pangan setempat. Kisaran kapasitasnya antara 1.000 ton hingga 7.000 ton. Bulog menargetkan pembangunan dapat dimulai tepat pada awal 2026 dan ditargetkan rampung seluruhnya dalam waktu satu tahun.
Pendanaan proyek strategis nasional ini akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan nilai investasi sekitar Rp 5 triliun. Proyek pembangunan gudang ini juga akan melibatkan perusahaan konstruksi BUMN, mendukung sinergi antar badan usaha milik negara.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS