Kebijakan industri perlu difokuskan pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong aktivitas penelitian dan pengembangan di Indonesia. Insentif fiskal dapat menjadi alat efektif untuk menarik investasi di pusat R&D dan desain produk.
2. Hilirisasi Industri Konsumsi
Strategi hilirisasi perlu diterapkan beyond sektor pertambangan, mencakup:
• Industri makanan dan minuman dari bahan mentah ke produk bernilai tambah tinggi
• Sektor tekstil dari manufacturing ke fashion design dengan brand global
• Ekosistem digital dari konsumen menjadi eksportir jasa digital
Tata Kelola untuk Keberlanjutan Ekonomi
Keberhasilan transformasi ekonomi memerlukan pendekatan terpadu meliputi:
Pertama, penguatan infrastruktur kualitas melalui Standar Nasional Indonesia yang diakui internasional. Kedua, penyelarasan sistem pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri 4.0. Ketiga, regulasi inklusif yang memberdayakan UMKM melalui integrasi dengan platform B2B global.
Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan strategi yang tepat, Indonesia memiliki peluang emas untuk bertransformasi dari pasar konsumen menjadi pemasok produk bernilai tambah tinggi dalam Rantai Nilai Global.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil