MURIANETWORK.COM - Tangerang Hawks meraih kemenangan tipis 87-84 atas tuan rumah Pacific Caesar Surabaya dalam lanjutan IBL 2026, Sabtu (22/3/2026) malam. Kemenangan ini, yang diraih di GOR Pacific Caesar, lebih ditentukan oleh ketahanan mental tim tamu yang mampu bangkit dari ketertinggalan di babak-babak tengah pertandingan.
Mental Kuat Kunci Kemenangan
Asisten Pelatih Tangerang Hawks, Harry Prayogo, mengakui bahwa jalannya pertandingan tidaklah mudah. Meski sempat memimpin di kuarter pertama, Hawks justru harus berjuang mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah dari fokus dan mental bertanding yang dijaga para pemainnya di bawah tekanan.
"Kami memang unggul di kuarter pertama, tetapi selebihnya kami ketinggalan sampai kembali unggul di sisa tiga menit akhir laga," tutur Harry usai laga.
Perubahan Strategi dan Peran Penting Cylla
Harry mengungkapkan, momentum pertandingan berbalik setelah permainan agresif yang ditunjukkan Jeantal Cylla. Pemain tersebut dinilai mencetak sejumlah poin krusial yang menyulut semangat tim. Menyadari tembakan tiga angka kurang efektif, staf pelatih pun mengambil langkah taktis di babak kedua.
Pendekatan permainan diubah dengan mengurangi tembakan dari jarak jauh dan lebih fokus menyerang area dekat ring melalui penetrasi. Perubahan ini terbukti membuahkan hasil. Harry menekankan, di sela-sela perubahan taktik, yang terus ditekankan kepada skuadnya adalah kepercayaan diri dan ketenangan untuk tak gegabah meski tertinggal angka.
Kerja Sama Tim Jadi Fondasi
Pandangan serupa diungkapkan oleh guard Hawks, Yesaya Saudale. Baginya, kemenangan ini murni hasil kerja sama kolektif, di mana setiap pemain yang turun ke lapangan berkontribusi menciptakan peluang dan mengendalikan ritme permainan.
"Ini tim bukan perorangan atau dua orang, semua pemain saling membutuhkan," tegas mantan pemain Pelita Jaya Jakarta itu.
Posisi di Klasemen
Kemenangan berharga di markas lawan ini mengukuhkan posisi Tangerang Hawks di papan tengah klasemen dengan catatan 4 kemenangan dan 3 kekalahan. Sementara bagi Pacific Caesar, kekalahan ini memperpanjang catatan negatif mereka menjadi 7 kali kalah beruntun sepanjang musim. Bagi Hawks, konsistensi hingga peluit akhir seperti yang ditunjukkan di Surabaya menjadi modal berharga dalam menjalani persaingan ketat musim ini yang hanya terdiri dari 20 pertandingan reguler.
Artikel Terkait
Gedung Putih Tarik Video dan Minta Maaf Atas Konten Rasial Terhadap Obama
ESDM Ubah Kuota Impor BBM SPBU Swasta dari Bulanan Jadi Semesteran
Satu Orang Hilang Usai Ban Karet Arung Jeram Terbalik di Sungai Bodri Kendal
KSAD Dukung Agroforestri untuk Ketahanan Pangan, Akui Bukan Tugas Pokok