Laba Bersih HATM Turun 3% Jadi Rp123 Miliar Hingga Kuartal III 2025
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp123 miliar hingga kuartal III tahun 2025. Capaian kinerja keuangan HATM ini mengalami penurunan sebesar 3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang berada di level Rp127 miliar.
Seiring dengan itu, laba per saham dasar (EPS) emiten berkode saham HATM juga terkoreksi dari Rp18,02 menjadi Rp14,08 per saham.
Pendapatan HATM Justru Naik 38%
Di tengah penurunan laba, sisi pendapatan perusahaan justru menunjukkan tren positif. HATM berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 38 persen menjadi Rp781 miliar hingga September 2025, dari posisi sebelumnya Rp563 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penyebab Penurunan Laba Bersih HATM
Laporan keuangan yang dipublikasikan mengungkap beberapa faktor yang membebani laba perseroan:
- Beban Pokok Pendapatan yang membengkak 57 persen (year-on-year), didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar (BBM), sewa kapal, penyusutan, serta biaya perbaikan dan perawatan.
- Beban Keuangan yang melonjak signifikan sebesar 128 persen (year-on-year), yang bersumber dari bunga pinjaman jangka panjang dan pinjaman jangka pendek.
Prospek dan Strategi Ke Depan
Andrew Kam, Direktur Utama Habco Trans, menyatakan bahwa beban keuangan diproyeksikan akan jauh berkurang seiring dengan finalnya proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
"Sebagian dari hasil PMHMETD ini akan dialokasikan untuk pelunasan pinjaman jangka pendek dari bank," jelas Andrew dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).
Andrew juga menambahkan bahwa perseroan telah fokus pada kegiatan pemeliharaan dan docking kapal dalam sembilan bulan terakhir. Tercatat sudah tiga kapal yang menyelesaikan proses docking, yaitu Habco Pioneer, Habco Aquila, dan Habco Lyra.
"Akibat proses docking ini, volume angkutan untuk sementara waktu berkurang. Kami berharap seluruh armada kapal perseroan telah siap untuk melayani pelanggan secara optimal di kuartal akhir tahun ini," tuturnya.
Meski menghadapi fluktuasi harga angkut komoditas, manajemen HATM menyatakan tetap optimis dapat mencapai target pendapatan dan laba yang telah ditetapkan hingga akhir tahun 2025, didukung oleh kesiapan seluruh armada yang dimiliki perseroan.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru