Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025 Capai 5,04 Persen, Ekonom: Sudah Sesuai Ekspektasi
Ekonom Senior Ryan Kiryanto menilai capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen pada kuartal III tahun 2025 merupakan angka yang tidak mengejutkan. Menurut Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) ini, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tersebut masih cukup menggembirakan dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Konsumsi Rumah Tangga dan Sektor Padat Karya Jadi Penopang Utama
Ryan Kiryanto membeberkan bahwa kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia masih konsisten. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga yang tumbuh sekitar 4,8 persen menjadi catatan positif. Dari sisi penawaran, pertumbuhan ditopang kuat oleh lapangan usaha padat karya.
Beberapa sektor yang memberikan kontribusi signifikan antara lain industri pengolahan atau manufaktur, pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Ryan menegaskan bahwa fondasi pertumbuhan yang ditopang sektor-sektor riil ini merupakan indikator yang bagus untuk perekonomian nasional.
Dampak Positif Stimulus Pemerintah Kuartal III
Pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,04 persen ini juga tidak lepas dari stimulus kebijakan ekonomi pemerintah yang diluncurkan pada kuartal III. Beberapa kebijakan yang disebutkan memberikan dampak positif antara lain program pembelian tiket pesawat gratis, pengurangan diskon jalan tol, serta berbagai insentif lainnya.
Ryan menjelaskan bahwa kebijakan-kebijakan stimulus inilah yang membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melampaui angka 5 persen pada kuartal ketiga tahun 2025.
Harapan untuk Kuartal IV 2025
Untuk mempertahankan momentum positif ini, Ryan Kiryanto menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi masyarakat, khususnya di sektor rumah tangga, pada kuartal IV. Dengan menjaga stabilitas konsumsi domestik, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year dapat bertahan di atas level 5 persen hingga akhir tahun 2025.
Artikel Terkait
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026
IHSG Anjlok 2,83%, Seluruh Sektor Terkena Tekanan Jual
Pemerintah Godok Dua Opsi Skema Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
BCA Sekuritas Prediksi 2026: Dunia di Era Great Reset AI, Dihantui Ketegangan Geopolitik