Harga Minyak Mentah Turun, Ini Penyebab dan Proyeksi ke Depan
Harga minyak mentah kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis. Analis menyoroti dua faktor utama penyebabnya: potensi kelebihan pasokan minyak global dan sinyal melemahnya permintaan minyak dari Amerika Serikat sebagai konsumen terbesar di dunia.
Data Terkini Harga Minyak Dunia
Berdasarkan data dari Reuters, harga minyak mentah acuan Brent sempat turun 0,22 persen ke level USD 63,38 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga terkoreksi 0,29 persen menjadi USD 59,43 per barel.
Penyebab Penurunan Harga Minyak
Penurunan ini melanjutkan tren bearish yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Pasar dilaporkan masih dihantui oleh kekhawatiran kelebihan pasokan, didorong oleh peningkatan produksi dari kelompok OPEC dan produsen minyak non-OPEC.
John Kilduff dari Again Capital mengonfirmasi, "Pasar terus dihantui oleh kelebihan pasokan yang paling tersirat dalam sejarah, yang merupakan hambatan bagi harga."
Permintaan Global yang Melemah
Faktor lain yang menekan harga adalah pelemahan permintaan. Laporan dari JPMorgan menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global sepanjang tahun hingga 4 November hanya sebesar 850.000 barel per hari, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 900.000 barel per hari.
Kondisi Pasar Minyak AS
Di Amerika Serikat, laporan dari Badan Informasi Energi (EIA) menyebutkan bahwa stok minyak mentah AS naik signifikan sebesar 5,2 juta barel. Rendahnya tingkat operasi kilang AS turut memperburuk sentimen, menunjukkan permintaan domestik yang tidak kuat.
Langkah Arab Saudi dan Proyeksi Harga Minyak
Menanggapi pasar yang jenuh, Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia secara mengejutkan memotong harga minyak mentahnya untuk pembeli di Asia pada bulan Desember. Langkah ini semakin mengonfirmasi kondisi pasar yang dipenuhi pasokan.
Capital Economics memberikan proyeksi yang cukup pesimis, memperkirakan tekanan penurunan harga akan berlanjut. Mereka memproyeksikan harga minyak bisa berada di level USD 60 per barel pada akhir 2025 dan turun lebih jauh ke USD 50 per barel pada akhir 2026.
Faktor Penahan Kerugian yang Lebih Dalam
Meski didominasi sentimen negatif, ada faktor yang sedikit menahan laju penurunan. Sanksi terbaru yang dikenakan pada perusahaan minyak terbesar Rusia beberapa waktu lalu memicu kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan di tengah meningkatnya produksi dari OPEC dan sekutunya.
Artikel Terkait
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026
IHSG Anjlok 2,83%, Seluruh Sektor Terkena Tekanan Jual
Pemerintah Godok Dua Opsi Skema Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
BCA Sekuritas Prediksi 2026: Dunia di Era Great Reset AI, Dihantui Ketegangan Geopolitik