Bunga Patriot Bond Danantara: Keuntungan, Perbandingan, dan Cara Hitung Kupon
Patriot Bond Danantara adalah instrumen surat utang yang diluncurkan oleh BPI Danantara, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk ikut serta dalam mendanai program pembangunan nasional Indonesia.
Apa Itu Patriot Bond Danantara?
Secara konsep, Patriot Bond mirip dengan obligasi fixed rate dan Surat Berharga Negara (SBN) lainnya yang diperdagangkan di pasar modal. Instrumen ini dapat dibeli oleh investor institusi maupun ritel, dimana dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan negara.
Perbedaan Bunga Patriot Bond vs Obligasi Lain
Perbedaan paling mencolok antara Patriot Bond dan SBN konvensional terletak pada besaran kupon atau bunganya. Patriot Bond menawarkan kupon sebesar 2% per tahun, lebih rendah dibandingkan obligasi FR dan SBN lain yang biasanya memberikan kupon antara 5-6% per tahun.
Sebagai ilustrasi, obligasi FR0102 dengan jatuh tempo 15 Juli 2054 memberikan kupon sebesar 6,875% per tahun. Jika investor ritel membeli 500 unit FR0101 seharga Rp523.982.500, mereka berpotensi menerima kupon Rp15,46 juta setiap enam bulan, atau total Rp30,93 juta per tahun.
Keuntungan dan Perhitungan Kupon Patriot Bond
Meski bunga Patriot Bond relatif rendah dan setara dengan suku bunga deposito bank umum, instrumen ini tetap menarik bagi investor dengan dana besar. Dengan nilai investasi yang signifikan, keuntungan yang diperoleh bisa cukup menggiurkan.
Contoh perhitungan kupon Patriot Bond:
- Investasi: Rp500 miliar
- Kupon: 2% per tahun
- Pendapatan tahunan: Rp10 miliar
Jangka Waktu dan Total Keuntungan
Patriot Bond tersedia dalam dua seri berdasarkan jangka waktu jatuh tempo:
- Seri 5 tahun
- Seri 7 tahun
Dengan investasi Rp500 miliar pada seri 5 tahun, total kupon yang bisa diperoleh hingga jatuh tempo mencapai Rp50 miliar. Pembayaran kupon ini akan diterima secara rutin setiap tahun selama periode investasi.
Patriot Bond Danantara menawarkan alternatif investasi yang mendukung pembangunan nasional dengan return yang stabil, terutama cocok untuk pelaku usaha dengan modal besar yang mengutamakan kontribusi terhadap perekonomian negara.
Artikel Terkait
Likuiditas Nasional Tembus Rp10.415 Triliun pada Mei 2026, BI Catat Pertumbuhan M2 Melonjak 10,8 Persen
Dolar AS Menguat, Yen Tertekan Mendekati Level Terendah Empat Dekade
Pemilik Baru SONA Wajib Lakukan Tender Offer, Harga Beli Saham Ditetapkan Rp2.284 per Lembar
Bursa Asia Bervariasi, Nikkei dan Kospi Terkoreksi di Tengah Tekanan Saham Teknologi