PT Hutama Karya Bangun Jalan KSPP Wanam-Muting Segmen II untuk Dukung Lumbung Pangan Papua
Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan Jalan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam–Muting Segmen II di Papua Selatan. Penandatanganan kontrak proyek strategis nasional ini dilaksanakan di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, pada Senin (3/11).
Dukungan Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan Nasional
Proyek jalan sepanjang 138,5 km ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan nasional, pengembangan infrastruktur, pemberdayaan desa, dan penciptaan lapangan kerja.
Hutama Karya bersama mitra KSO akan membangun segmen kedua proyek ini sepanjang 80,5 km yang menghubungkan tiga distrik di Kabupaten Merauke, yaitu Ngguti, Kaptel, dan Muting. Jalan ini akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian dari lumbung pangan nasional di Papua Selatan.
Target Penyelesaian dan Tantangan Konstruksi
Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027. Proyek ini menghadapi berbagai tantangan alam, termasuk curah hujan tinggi, keterbatasan akses logistik, dan karakteristik tanah yang kompleks seperti lapisan gambut dan tanah lempung lunak.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Hutama Karya telah menyiapkan rekayasa engineering yang komprehensif, penyesuaian metode konstruksi, dan penguatan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan.
Spesifikasi Teknis dan Manfaat Ekonomi
Jalan sepanjang 80,5 kilometer ini akan menggunakan perkerasan aspal dan didukung tiga jembatan baja dengan panjang masing-masing 80 meter, 100 meter, dan 300 meter. Infrastruktur ini akan menghubungkan kawasan pertanian dengan pusat distribusi dan pelabuhan, mempercepat akses pasar, dan menekan biaya logistik.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat membuka dan mengoptimalkan lahan baru, termasuk hutan sekunder dan lahan tidur, untuk dijadikan lahan pertanian berskala besar dengan tanaman utama padi, jagung, dan kedelai.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Masyarakat Lokal
PT Hutama Karya menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan konstruksi secara bertanggung jawab dengan meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Perusahaan juga akan menjaga komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan masyarakat adat serta pemangku kepentingan di daerah.
“Melalui proyek ini, kami tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan, mendorong ekonomi daerah, dan menghadirkan pemerataan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Papua,” tutup Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil