“Sumatra membutuhkan jaringan kereta api tidak hanya untuk angkutan penumpang, tetapi terutama untuk pengangkutan barang dan logistik. Hasil bumi dari pedalaman perlu diangkut secara efisien ke pelabuhan,” jelas Prabowo lebih lanjut.
Penggunaan kereta api listrik untuk mengangkut komoditas ekspor seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, dan nikel dinilai lebih efisien dibandingkan transportasi truk. Metode ini tidak hanya mengurangi kerusakan jalan dan konsumsi BBM, tetapi juga menekan biaya logistik nasional secara signifikan.
Mengenai timeline pelaksanaan, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya percepatan perencanaan bersama Menteri Perhubungan dan kementerian terkait. “Saya minta Menko Infrastruktur segera berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk merealisasikan proyek ini sesegera mungkin,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026