Harga Pangan Turun Drastis, Cabai Rawit Anjlok 52% dan Daging Sapi Lebih Murah
Jakarta - Kabar baik untuk masyarakat! Harga berbagai komoditas pangan strategis mengalami penurunan serentak pada Selasa (4/11). Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukkan tren penurunan yang signifikan pada bahan-bahan pokok, mulai dari daging, ayam, hingga cabai.
Daging Sapi dan Ayam Ras Lebih Terjangkau
Penurunan harga yang cukup mencolok terjadi pada komoditas daging sapi. Harga daging sapi kualitas 2 dilaporkan turun drastis sebesar 10,34 persen atau setara Rp 13.700, sehingga dijual pada harga Rp 118.750 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas 1 juga turun menjadi Rp 123.750 per kilogram.
Tak ketinggalan, harga daging ayam ras segar juga ikut merosot. Terjadi penurunan sebesar 16,06 persen atau Rp 6.100, yang membuat harganya kini menjadi Rp 32.150 per kilogram.
Harga Cabai Merosot Tajam, Rawit Turun 52%
Kelompok cabai mencatat penurunan harga yang paling fantastis. Cabai rawit merah mengalami penurunan terbesar, yaitu 52,85 persen atau Rp 21.400, sehingga dapat dibeli seharga Rp 19.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga turun signifikan ke level Rp 18.500 per kilogram.
Untuk cabai merah, harga cabai merah keriting kini berada di angka Rp 34.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual seharga Rp 41.700 per kilogram.
Harga Beras dan Komoditas Pokok Lainnya
Komoditas beras juga menunjukkan tren penurunan. Berikut adalah daftar harga beras terbaru per kilogram:
- Beras Kualitas Bawah I: Rp 13.500
- Beras Kualitas Bawah II: Rp 12.900
- Beras Kualitas Medium I: Rp 15.050
- Beras Kualitas Medium II: Rp 14.400
- Beras Kualitas Super I: Rp 15.650
- Beras Kualitas Super II: Rp 15.200
Penurunan harga turut terjadi pada komoditas pangan strategis lainnya seperti bawang merah, bawang putih, gula pasir (premium dan lokal), minyak goreng (curah dan kemasan bermerek), serta telur ayam ras segar. Kondisi ini tentunya dapat meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Sesi, Tekanan Sektor Teknologi dan EV Masih Membayangi
Moodys Turunkan Outlook Kredit Raksasa Korporasi dan BUMN Indonesia Jadi Negatif
IHSG Terkoreksi 2,08%, Mayoritas Sektor Berada di Zona Merah
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026