Pasar LCGC Lesu Parah, Penjualan Anjlok Hampir 31 Persen

- Selasa, 16 Desember 2025 | 07:06 WIB
Pasar LCGC Lesu Parah, Penjualan Anjlok Hampir 31 Persen

Pasar mobil murah ramah lingkungan atau LCGC lagi lesu. Data terbaru November 2025 menunjukkan penjualannya anjlok, jauh dari angka tahun lalu. Rasanya, segmen yang dulu jadi andalan ini sedang menghadapi tantangan berat.

Menurut catatan Gaikindo, distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) untuk mobil LCGC cuma 8.879 unit di bulan itu. Angkanya turun drastis, sampai 30 persen, dibanding November 2024 yang masih bisa mencapai 12.737 unit. Penurunan yang cukup signifikan, bukan main.

Kalau dilihat dari Januari, kondisinya tak lebih baik. Total 11 bulan pertama 2025, penyaluran ke diler cuma 112.151 unit. Bandingkan dengan periode sama tahun 2024, yang hampir menyentuh 162.320 unit. Artinya, ada kontraksi sekitar 30,9 persen. Jelas ini tren yang mengkhawatirkan.

Penjualan ritel, alias dari diler ke tangan konsumen, juga ikut merosot. Pada November lalu, terjual 11.068 unit, turun 22 persen dari 14.148 unit di bulan yang sama tahun sebelumnya. Memang sih, dibanding Oktober 2025 ada kenaikan bulanan sekitar 15,9 persen. Tapi secara year-on-year, tetap saja minus.

Produksinya pun ikut menyesuaikan. Pabrik sepertinya mengurangi output, karena permintaan yang melemah. Bulan November 2025, hanya 11.585 unit LCGC yang diproduksi. Jumlah itu lebih rendah 23 persen ketimbang November 2024, dan bahkan turun 9 persen dari bulan sebelumnya.

Lalu, mobil apa yang masih laku di tengah kemerosotan ini?

Ternyata, Toyota Calya versi 7-seater masih jadi primadona. Per November, model ini memimpin penjualan wholesales dengan 3.122 unit. Posisi runner-up diisi oleh saudara kembarnya, Daihatsu Sigra, yang berhasil menjual 2.105 unit.

Di sisi lain, untuk kategori city car hatchback, Honda Brio Satya masih unggul dengan 1.717 unit. Sementara, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla menyusul di belakang dengan angka masing-masing 1.415 dan 520 unit. Tampaknya, konsumen yang membeli pun punya preferensi yang sudah sangat jelas.

Bagaimana dengan pasar mobil secara keseluruhan?

Nah, ini yang menarik. Secara umum, pasar mobil nasional di bulan November 2025 justru sedikit menguat. Data wholesales naik tipis 0,32 persen dibanding Oktober. Penjualan ritel bahkan terdongkrak 6,1 persen, sekaligus menjadikan November sebagai bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang tahun ini.

Namun begitu, kalau ditarik lebih panjang, ceritanya berbeda. Akumulasi penjualan dari Januari hingga November 2025 untuk kedua metode itu masih lebih rendah dibanding 2024. Wholesales turun 9,6 persen, ritel merosot 8,3 persen.

Artinya, meski ada sedikit pemanasan di bulan tertentu, kondisi pasar otomotif nasional secara keseluruhan masih terasa lemah. Performa buruk segmen LCGC ini jadi salah satu penanda paling nyata.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler