Laba Bersih BRPT Melonjak 2.882% Jadi Rp 30,3 Triliun di 9 Bulan 2025
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat kinerja keuangan spektakuler dengan laba bersih setelah pajak mencapai USD 1,819 juta atau setara Rp 30,3 triliun dalam periode Januari-September 2025. Capaian laba BRPT ini mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 2.882% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 61 juta.
Faktor Pendongkrak Kinerja BRPT
Lonjakan laba Barito Pacific terutama didorong oleh tiga faktor kunci: efek positif akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE), peningkatan efisiensi operasional, dan pengakuan akuntansi bargain purchase. Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu, menegaskan bahwa kinerja ini membuktikan keberhasilan transformasi dan strategi ekspansi perseroan.
Pendapatan BRPT Tembus Rp 92,5 Triliun
Pendapatan konsolidasi Barito Pacific selama sembilan bulan pertama 2025 mencapai USD 5,564 juta atau sekitar Rp 92,5 triliun, meningkat signifikan 231,8% dari periode sama tahun sebelumnya. Agus Pangestu menyatakan, "Pendapatan yang meningkat 232% dan laba bersih yang melonjak menjadi USD 1,819 juta menunjukkan peningkatan skala dan keunggulan operasional kami."
Kontribusi Segmen Bisnis Barito Pacific
Segmen petrokimia memberikan kontribusi terbesar dengan pendapatan USD 5,102 juta (Rp 84,9 triliun), melonjak 314% dari tahun sebelumnya. Segmen energi menyumbang USD 457 juta (Rp 7,6 triliun) naik 3,6%, sementara segmen lain stabil di USD 4 juta (Rp 66,5 milar).
EBITDA dan Kesehatan Keuangan BRPT
EBITDA konsolidasi Barito Pacific naik 421% menjadi USD 2,219 juta, dengan margin EBITDA meningkat dari 25,4% menjadi 39,9%. Total aset BRPT per September 2025 meningkat 52% menjadi USD 16,011 juta (Rp 266,4 triliun), sementara rasio utang bersih terhadap ekuitas membaik dari 0,72 kali menjadi 0,54 kali.
Ekspansi dan Proyek Strategis Barito Pacific
Melalui Chandra Asri Group (CAP), BRPT memperluas kehadiran regional dengan mengakuisisi jaringan ritel bahan bakar Esso milik ExxonMobil di Singapura. Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai 33% penyelesaian. Sementara Barito Renewables terus menyelesaikan proyek retrofit dan Binary Salak (24,3 MW) menuju target kapasitas 2,3 GW pada 2032.
Visi Ke Depan Barito Pacific
Agus Pangestu menutup dengan optimisme, "Kami akan terus memperkuat bisnis melalui ekspansi strategis, menjaga disiplin pengelolaan modal, serta melakukan daur ulang modal untuk membuka peluang baru. Upaya-upaya ini tidak hanya akan menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham."
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi