Pembangunan Kantor Pemerintahan 4 DOB Papua Ditargetkan Rampung 2027
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan kantor pemerintahan di empat Daerah Otonom Baru (DOB) Papua telah dimulai dengan target penyelesaian pada tahun 2027. Proyek strategis nasional ini mencakup pembangunan gedung pemerintahan di Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Progres Pembangunan DOB Papua
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengungkapkan progres terkini pembangunan gedung gubernur, kantor DPRD, dan MRP (Majelis Rakyat Papua) di keempat daerah DOB tersebut. Kementerian PU telah menandatangani kontrak pembangunan untuk Papua Tengah pada 21 Oktober 2025.
Status Pembangunan Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menjadi satu-satunya daerah yang progres pembangunannya sempat tertunda akibat perubahan lokasi. Namun, setelah rapat dengan Komisi II DPR dan kunjungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, masalah lokasi telah terselesaikan. Pembangunan di Papua Pegunungan ditargetkan dimulai pada 2026.
Jadwal Penyelesaian Proyek
Pembangunan kantor pemerintahan di Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah yang sudah berjalan diharapkan rampung pada tahun 2026. Seluruh bangunan pemerintahan DOB Papua ditargetkan dapat berfungsi penuh pada tahun 2027.
Rencana Pengembangan Kawasan
Selain pembangunan gedung pemerintahan, Kementerian PU juga menyiapkan pengembangan lahan (land development) dan penataan kawasan. Perencanaan untuk pengembangan kawasan ini telah disusun dan siap untuk dilaksanakan.
Estimasi Anggaran Pembangunan
Meski belum dapat merincikan total kebutuhan pendanaan, Wamen PU menyatakan setiap gedung pemerintahan membutuhkan biaya sekitar Rp 100-150 miliar, tergantung hasil lelang dan skala bangunan.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan