Waspada! Usulan MSCI Bikin IHSG Melemah, Ini 10 Rekomendasi Saham untuk Hindari Jebakan

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:40 WIB
Waspada! Usulan MSCI Bikin IHSG Melemah, Ini 10 Rekomendasi Saham untuk Hindari Jebakan

IHSG Melemah Akibat Usulan Perubahan MSCI, Ini Rekomendasi Saham untuk Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan dalam dua hari berturut-turut seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap proposal terbaru MSCI. Usulan perubahan metode perhitungan free float atau Foreign Inclusion Factor (FIF) di pasar saham Indonesia menjadi pemicu utama koreksi ini.

Perkembangan Terkini IHSG

Pada perdagangan Selasa (28/10/2025), IHSG ditutup melemah 24,52 poin atau 0,3 persen ke level 8.092,63. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp1,2 triliun. Pelemahan ini melanjutkan koreksi dari hari sebelumnya dimana IHSG sempat turun tajam 1,87 persen dan bahkan merosot lebih dari 3,3 persen pada sesi intraday.

Analisis UOB Kay Hian Sekuritas

Menurut riset terbaru UOB Kay Hian Sekuritas, penurunan indeks ini bersifat sementara. Analis Willinoy Sitorus menegaskan bahwa perubahan metodologi MSCI masih berada dalam tahap konsultasi hingga 31 Desember 2025 dan belum memiliki dampak langsung terhadap perdagangan.

Detail Usulan Perubahan MSCI

MSCI sedang mempertimbangkan penggunaan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai acuan tambahan dalam menghitung free float saham. Berdasarkan usulan tersebut, MSCI akan menggunakan nilai free float terendah antara estimasi internal dan data KSEI, dengan mengecualikan kepemilikan korporasi serta pihak non-publik dari perhitungan.

Saham yang Berpotensi Terdampak

Skema baru ini berpotensi membuat beberapa saham berisiko dikeluarkan dari indeks MSCI Indonesia jika batas minimum free float dinaikkan. Beberapa saham yang disebut berpotensi terdampak antara lain:

  • ICBP
  • KLBF
  • INDF
  • CPIN
  • AMRT
  • AMMN
  • CUAN

Rekomendasi Saham dari UOB Kay Hian

Analis merekomendasikan investor untuk memanfaatkan koreksi ini sebagai peluang akumulasi saham dengan fundamental solid. Berikut rekomendasi saham yang dinilai berpotensi mencatat kinerja unggul:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  • PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
  • PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Perspektif Kiwoom Research

Head of Research Kiwoom Research, Liza Camelia Suryanata, menilai penurunan tajam IHSG lebih disebabkan oleh aksi profit taking dan reposisi dana investor domestik, bukan penarikan modal asing. "Investor asing tetap bertahan, hanya lebih selektif memilih saham yang likuid, valuasi fair, dan punya free float besar," ujarnya.

Kinerja BBCA di Tengah Koreksi

Menariknya, di tengah koreksi IHSG, saham BBCA justru menguat ke level Rp8.350 dengan net foreign buy mencapai Rp338,43 miliar. Volume perdagangan tercatat 1,82 juta lot dengan nilai transaksi Rp1,51 triliun, menjadi terbesar kedua pada hari tersebut.

Proyeksi Waktu Implementasi

Perubahan metodologi MSCI ini baru akan diterapkan pada Mei 2026, bertepatan dengan pembaruan global terhadap sistem free float adjustment yang lebih komprehensif. Dengan horizon waktu yang masih panjang, investor memiliki ruang untuk memposisikan portofolio pada saham-saham dengan kinerja solid dan valuasi menarik.

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar