Nilai Pasar Apple Tembus USD 4 Triliun, Didorong Kesuksesan iPhone Terbaru
Apple (AAPL.O) secara resmi mencatatkan nilai pasar sebesar USD 4 triliun untuk pertama kalinya pada hari Selasa. Pencapaian bersejarah ini menjadikan Apple sebagai perusahaan teknologi besar ketiga yang berhasil menyentuh angka fantastis tersebut.
Pendorong utama capaian ini adalah permintaan yang sangat kuat untuk model iPhone terbarunya. Lonjakan penjualan ini berhasil meredakan kekhawatiran investor mengenai kemajuan Apple di bidang kecerdasan buatan (AI) yang sempat dianggap tertinggal.
Saham Apple Cetak Rekor Tertinggi
Pada awal perdagangan, saham Apple tercatat naik 0,2 persen ke level USD 269,2, sekaligus mencapai rekor tertinggi baru. Performa saham ini menunjukkan momentum positif yang kuat dari perusahaan asal Cupertino tersebut.
Secara lebih luas, saham Apple telah mengalami kenaikan sekitar 13 persen sejak peluncuran produk barunya pada 9 September. Kenaikan ini bahkan berhasil mendorong saham Apple ke wilayah positif untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini.
Peran Vital iPhone dalam Ekosistem Apple
Seorang pakar investasi, Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management, menegaskan peran sentral iPhone. "iPhone menyumbang lebih dari separuh laba dan pendapatan Apple. Semakin banyak ponsel yang mereka serahkan ke tangan konsumen, semakin besar pula daya tarik dan kekuatan ekosistem yang mereka bangun," ujarnya.
Berbalik Arah dari Tantangan Awal Tahun
Pencapaian ini terasa lebih sweeter mengingat saham Apple sempat berjuang di awal tahun. Kekhawatiran akan persaingan ketat di pasar China dan ketidakpastian terkait tarif tinggi AS terhadap negara-negara Asia menjadi tantangan berat. China dan India sendiri merupakan pusat manufaktur utama bagi Apple.
Namun, kedua ponsel pintar terbaru Apple, yaitu jajaran iPhone 17 dan iPhone Air, berhasil menarik minat besar pelanggan dari berbagai belahan dunia, mulai dari Beijing hingga Moskow, hanya dalam beberapa minggu pertama setelah peluncuran. Kesuksesan ini membantu perusahaan menanggung biaya tinggi yang muncul akibat kebijakan tarif.
Mengalahkan Pesaing dan Mencatat Penjualan Impresif
Analis pasar mengatakan desain ramping iPhone Air menjadi senjata ampuh untuk menangkis persaingan dari rival seperti Samsung Electronics. Sementara itu, data dari firma riset Counterpoint mengungkapkan bahwa penjualan awal iPhone 17 di AS dan China mampu mengungguli pendahulunya dengan selisih yang signifikan, yaitu sebesar 14 persen.
Dengan semua faktor ini, tidak mengherankan jika kepercayaan investor terhadap Apple kembali pulih dan mendorong valuasi perusahaan ke level yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020