Tirta Mahakam (TIRT) Resmi Beralih ke Bisnis Kapal, Pendapatan Sewa Mulai Mengalir!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:45 WIB
Tirta Mahakam (TIRT) Resmi Beralih ke Bisnis Kapal, Pendapatan Sewa Mulai Mengalir!
PT Tirta Mahakam Resources (TIRT) Resmi Masuk Bisnis Angkutan Laut - Peroleh SIUPAL

PT Tirta Mahakam Resources (TIRT) Resmi Masuk Bisnis Angkutan Laut dan Kantongi Pendapatan Baru

PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) telah resmi memulai babak baru dalam transformasi bisnisnya. Emiten ini secara resmi mendapatkan Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) dari Kementerian Perhubungan pada 17 Oktober 2025. Perolehan izin ini menandai dimulainya operasional perusahaan di sektor jasa angkutan laut, sekaligus menggeser fokus bisnisnya dari sebelumnya di bidang pengolahan kayu.

Corporate Secretary Tirta Mahakam, Jackson Indrawan, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memulai kegiatan operasional di bidang jasa angkutan laut. "Perseroan akan membukukan pendapatan dari kegiatan usaha ini secara berkesinambungan sejak tanggal tersebut," jelasnya dalam keterbukaan informasi BEI.

Kontrak Sewa Kapal TIRT Capai Rp5,5 Miliar per Bulan

Sebagai langkah awal, TIRT telah mengamankan dua perjanjian sewa kapal yang signifikan. Kontrak pertama ditandatangani dengan PT Guna Harapan Lestari senilai Rp250 juta per bulan. Sementara kontrak kedua yang lebih besar dijalin dengan PT Lima Srikandi Jaya senilai Rp5,25 miliar per bulan. Dengan demikian, total nilai kontrak sewa kapal yang diraup TIRT mencapai Rp5,5 miliar setiap bulannya.

Strategi Operasional: Time Charter dan Rencana Freight Charter

Dalam menjalankan bisnis angkutan lautnya, TIRT akan mengoperasikan dua skema kontrak utama: freight charter dan time charter. Saat ini, perusahaan memulai operasinya dengan skema time charter, di mana armada kapalnya disewakan kepada PT Lima Srikandi Jaya, sebuah perusahaan afiliasi yang telah memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).

Untuk memperluas jangkauan bisnis, TIRT juga sedang dalam proses mengurus perizinan IUJP. Dengan memiliki IUJP, perusahaan dapat beralih ke skema freight charter, yang memungkinkannya untuk mengangkut komoditas tambang secara langsung ke berbagai pelabuhan domestik.

Transformasi Bisnis: Akuisisi 20 Unit Kapal Tunda dan Tongkang

Sebelumnya, TIRT telah mengumumkan rencana akuisisi 20 unit kapal, yang terdiri dari kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang (barge). Akuisisi ini merupakan langkah strategis dalam transformasi bisnis perusahaan. Armada ini akan dibeli dari beberapa perusahaan afiliasi, yaitu PT Lima Srikandi Jaya (LSJ), PT Mitra Kemakmuran Line (MKL), dan PT Antar Sarana Rekasa (ASR).

Pembiayaan untuk pembelian armada kapal ini bersumber dari fasilitas pinjaman yang diberikan oleh PT Harita Jayaraya (HJR). Manajemen TIRT menegaskan bahwa besaran dana pinjaman tersebut wajar dan dapat dilunasi tepat pada saat jatuh tempo. Ke depan, kapal-kapal ini akan dioperasikan untuk mengangkut berbagai komoditas, dengan fokus pada bauksit, batubara, dan tandan buah segar (TBS), baik untuk pihak afiliasi maupun pihak ketiga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar