murianetwork.com - Carl's Jr, restoran cepat saji terkenal, telah mengumumkan penutupan operasionalnya di Indonesia pada 31 Desember 2023.
Keputusan ini menandai berakhirnya babak penting dalam sejarah Carl's Jr di tanah air.
Carl's Jr, yang dikenal dengan menu burger premiumnya, telah menjadi bagian dari pilihan kuliner masyarakat Indonesia.
Namun, Carl's Jr kini harus mengucapkan selamat tinggal kepada pelanggan setianya di Indonesia.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Restoran di Pondok Indah Mall Terfavorit, Wajib Coba!
"Terima kasih atas dukungan yang luar biasa selama 10 tahun. Carl's Jr. Indonesia akan mengakhiri operasionalnya yang selama ini beroperasi dibawah Mahadasha Group pada tanggal 31 Desember 2023," terang Carl's Jr dalam akun Instagramnya @carlsjrindonesia, Kamis, 21 Desember 2023.
Kilas Balik Perjalanan Bisnis Carl's Jr
Melansir laman resmi Carl's Jr, perjalanan bisnis Carl's Jr berdiri pertama kali di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun 1941.
Carl's Jr didirikan oleh Carl dan Margaret Karcher. Pasangan ini memulai bisnis mereka dengan modal kecil, membeli kereta hot dog pertama mereka, dan menjual hot dog, tamale, dan minuman soda.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Film Aquaman and the Lost Kingdom, Hadirkan Efek Visual Bawah Air yang Epik
Kinerja bisnis yang mengesankan sejak hari pertama menunjukkan potensi besar yang mereka miliki.
Dalam lima tahun, Carl's Jr berkembang dari sebuah kereta hot dog menjadi restoran pertama mereka.
Ini menjadi batu loncatan untuk ekspansi yang lebih besar. Pada tahun 1960-an, Carl Karcher Enterprises, Inc. didirikan, dan restoran Carl's Jr berkembang pesat.
Mereka mengoperasikan 24 gerai dan melakukan inovasi dengan merenovasi ruang makan serta menyederhanakan menu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaranetwork.com
Artikel Terkait
Investor Asing Borong Saham Bank Mandiri Rp1,38 Triliun Usai Laba Kuartal IV Melonjak 35%
Investor Asing Akumulasi Saham Bank Mandiri Rp680 Miliar Meski IHSG Tertekan
BUVA Bantah Keterkaitan dengan Kasus Pasar Modal yang Ditangani Bareskrim
PT Sanurhasta Mitra (MINA) Bantah Keterkaitan dengan Kasus Pasar Modal