PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center (JEC), resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Perusahaan ini menjadi emiten ke-43 yang melantai di bursa sepanjang tahun ini.
Dalam penawaran umum perdana saham (IPO), JECX melepas 487,98 juta saham, setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga final ditetapkan Rp1.250 per saham, berada di kisaran bawah rentang bookbuilding Rp1.200-Rp1.400 per saham. Dengan demikian, perseroan mengantongi dana segar sekitar Rp609,98 miliar.
Dana tersebut terdiri dari Rp406,6 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203 miliar dari divestasi saham milik pemegang saham eksisting. Masa penawaran umum berlangsung pada 1-3 Juli, dengan penjatahan dilakukan pada 3 Juli 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, JECX juga mengalokasikan 11,09 juta saham atau 2,27 persen dari total saham yang ditawarkan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).
Penggunaan Dana IPO
Sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi. Sekitar Rp140 miliar dialokasikan untuk pembayaran utang, terdiri dari Rp40 miliar untuk pelunasan sebagian pinjaman ke Bank BCA dan Rp100 miliar untuk pembayaran sebagian fasilitas kredit ke Bank HSBC Indonesia.
Selain itu, Rp185 miliar akan disalurkan ke entitas anak. Rinciannya, Rp50 miliar untuk setoran modal dan pinjaman ke PT Nitra Sanata Bali, Rp100 miliar ke PT Orbita untuk membayar sebagian utang ke Bank BCA, dan Rp35 miliar ke PT JEC Candi Sejahtera. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja dan pengembangan jaringan layanan kesehatan mata.
Artikel Terkait
Esa Medika Patok Harga IPO Rp470 per Saham, Kantongi Dana Rp245,7 Miliar
RANS Entertainment Patok Harga IPO Rp170 per Saham, Raup Dana Rp429 Miliar
Proline Patok Harga IPO Rp120 per Saham, Target Dana Rp62,75 Miliar
IPO JECX Ditetapkan Rp1.250 per Saham, Valuasi Premium