IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Tertekan ke Rp 17.993 per Dolar AS

- Senin, 06 Juli 2026 | 12:12 WIB
IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Tertekan ke Rp 17.993 per Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (6/7). Berdasarkan data Stockbit, indeks terkoreksi 10,81 poin atau 0,18% ke level 5.864,968. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4,76 triliun dengan volume 10,72 miliar saham dan frekuensi 912.073 kali.

Di pasar valuta asing, rupiah ikut melemah 30 poin atau 0,17% ke posisi Rp 17.993 per dolar AS.

Top Gainers dan Top Losers

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan. LAPD (Leyand International) naik 27,59% ke 74, disusul SKBM (Sekar Bumi) yang naik 24,42% ke 535. NTBK (Nusatama Berkah) menguat 22% ke 61, ASPI (Andalan Sakti Primaindo) naik 18,36% ke 490, dan HALO (Haloni Jane) naik 17,54% ke 67.

Di sisi lain, saham DLTA (Delta Djakarta) menjadi top loser dengan penurunan 7,61% ke 1.760. WIDI (Widiant Jaya Krenindo) turun 7,41% ke 25, ECII (Electronic City Indonesia) melemah 7,19% ke 142, OMRE (Indonesia Prima Property) turun 6,94% ke 1.005, dan KDTN (Puri Sentul Permai) terkoreksi 6,72% ke 555.

Top Value dan Volume

Saham BBCA (Bank Central Asia) mencatat nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 543,49 miliar, diikuti BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp 322,38 miliar, TPIA (Chandra Asri Pacific) Rp 275,32 miliar, BMRI (Bank Mandiri) Rp 225,22 miliar, dan BUMI (Bumi Resources) Rp 163,62 miliar.

Untuk volume perdagangan, BUMI memimpin dengan 11,59 juta lembar saham. EPAC (Megalestari Epack Sentosaraya) menyusul dengan 7,09 juta lembar, BNBR (Bakrie & Brothers) 6,99 juta lembar, PADI (Minna Padi Investama Sekuritas) 6,17 juta lembar, dan COCO (Wahana Interfood Nusantara) 3,67 juta lembar.

Bursa Asia

Bursa regional bergerak bervariasi. Nikkei 225 di Jepang melemah 0,63% ke 69.301,08, sementara Hang Seng di Hong Kong menguat 0,82% ke 23.542,97. SSE Composite di China naik tipis 0,08% ke 4.046,71, sedangkan Straits Times di Singapura melemah 0,10% ke 5.238,89.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags