PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mengamankan kontrak jasa pertambangan pertamanya di luar Grup Bumi Resources. Langkah ini dinilai sebagai katalis positif yang dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pelanggan utamanya.
Analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael dalam risetnya menyebut DEWA ditunjuk sebagai kontraktor utama di tambang batu bara Sebuku Sejaka Coal yang berlokasi di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kontrak ini menjadi yang pertama bagi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai kontraktor inti bagi BUMI.
Kontrak berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang hingga masa berlaku konsesi tambang berakhir. Proyek ini memiliki kapasitas produksi hingga 5 juta ton batu bara per tahun dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai sekitar Rp22 triliun.
Meski demikian, Bahana menurunkan target harga saham DEWA menjadi Rp600 per unit dari sebelumnya Rp850. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mencerminkan kenaikan premi risiko yang dinilai lebih tinggi. Kendati target harga dipangkas, Bahana tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham DEWA.
Pada perdagangan Senin (6/7/2026) hingga pukul 09.23 WIB, saham DEWA menguat 3,18 persen ke level Rp322 per unit.
Artikel Terkait
Komisi IV DPR Dorong Mitigasi Pangan dan Peternakan Hadapi El Nino
Dapat Kontrak Tambang Rp22 Triliun, Anak Usaha Darma Henwa Garap Proyek Batu Bara di Kalsel