Gilarsi Wahju Setijono resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), posisi yang telah diembannya sejak tahun 2022. Langkah ini terungkap setelah perseroan menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan, yang akan berlaku efektif pada 13 Mei 2026. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, menyatakan bahwa perseroan telah menerima dokumen pengunduran diri Gilarsi dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menambahkan bahwa pengangkatan direktur pengganti akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Perseroan akan menindaklanjuti surat pengunduran diri yang telah diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengajukan pengangkatan Direktur pengganti melalui RUPS,” ujar Indah dalam keterbukaan informasi.
Meskipun terjadi pergantian di pucuk pimpinan, Indah memastikan bahwa pengunduran diri Gilarsi tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen telah menyiapkan langkah antisipatif agar roda perusahaan tetap berjalan normal.
Gilarsi Wahju Setijono, yang kini berusia 63 tahun, merupakan eksekutif dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai sektor industri, mulai dari otomotif hingga logistik. Sebelum bergabung dengan VKTR, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) pada periode 2015 hingga 2022. Selain itu, kariernya juga pernah melewati posisi CEO di Adyawinsa Autobody dan Shafira Corporation.
Di sisi lain, jejak profesional Gilarsi juga mencatatkan namanya di sejumlah perusahaan besar seperti PT Bakrie & Brothers Tbk, Philips Lighting, hingga Upprindo Utama. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1987. Dengan rekam jejak yang panjang, langkah mundurnya dari VKTR tentu menjadi perhatian di tengah dinamika industri mobilitas nasional.
Artikel Terkait
PT Organon Pharma Resmi Ajukan Delisting dari BEI, Tawarkan Buyback Rp100.000 per Saham
Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.850 per Dolar AS Pekan Depan, Tertekan Tiga Faktor Sekaligus
PTMP Lepas 77,19% Saham PTMR ke Investor Singapura Senilai Rp128,1 Miliar
Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar, Harga Pangan Impor Dipastikan Melonjak