IDXChannel – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memulai tahun 2026 dengan langkah yang cukup mantap. Emiten di sektor energi dan kimia ini yang mengelola kilang LPG dan pabrik amoniak mencatat pendapatan naik 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Laba kotornya melonjak signifikan, sementara laba bersihnya terbang tinggi, naik 131 persen.
Kenaikan ini, menurut manajemen, didorong oleh beberapa faktor. Harga amoniak yang menguat, volume pengiriman yang meningkat, dan produksi yang tumbuh jadi motor utamanya. Intinya, ESSA sedang fokus menjaga keandalan aset dan efisiensi operasional. Tujuannya jelas: memperkuat posisi di rantai pasok global yang kompetitif.
Dari sisi harga komoditas, tren positif sudah terlihat sejak kuartal akhir 2025. Tren ini berlanjut ke awal 2026, seiring memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Harga amoniak, misalnya, naik 34 persen secara tahunan menjadi USD455 per metrik ton. Sementara harga LPG meski turun 14 persen YoY secara kuartalan justru meningkat 11 persen, menjadi USD537 per metrik ton pada kuartal pertama 2026.
Presiden Direktur sekaligus CEO ESSA, Kanishk Laroya, menjelaskan soal strategi produksi. Katanya, perusahaan berusaha memaksimalkan produksi untuk menangkap momentum pasar yang lagi bagus.
“Kami dapat memaksimalkan produksi untuk menangkap momentum positif pasar. Hal ini mencerminkan bagaimana kami mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan pabrik guna memastikan tingkat utilisasi yang tinggi tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan pabrik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menambahkan, pada Mei tahun ini pabrik amoniak mereka akan menjalani perawatan besar plant turnaround selama 35 hingga 40 hari. Kegiatan ini, lanjutnya, adalah bagian penting dari siklus pemeliharaan ESSA. Tujuannya untuk menjamin keselamatan, keandalan, dan efisiensi aset dalam jangka panjang. Terakhir kali turnaround komprehensif dilakukan pada 2021.
Di tengah ketidakpastian global, ESSA ternyata masih bisa menjaga kinerja operasional tetap kuat. Produksi amoniak naik 16 persen secara tahunan. Ini seiring pulihnya pasokan gas hulu yang sempat terganggu masalah itu sudah rampung pada akhir kuartal kedua 2025.
Hasilnya, tingkat utilisasi pabrik meningkat jadi 121 persen pada kuartal pertama 2026. Bandingkan dengan 104 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, ESSA juga menegaskan komitmennya pada keberlanjutan operasional lewat agenda pemeliharaan berkala.
Dengan strategi operasional yang disiplin dan kondisi pasar yang mendukung, ESSA optimistis bisa menjaga kinerja positif. Mereka yakin bisa memperkuat daya saing di pasar global ke depan.
Artikel Terkait
Pendapatan Cinema XXI Tembus Rp1,1 Triliun di Kuartal I-2026, Naik 18,2 Persen
Saham BRI Tertekan, Dirut Sebut Fundamental Solid dan Imbau Investor Fokus pada Dividen
Pemerintah Targetkan Program B50 Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja pada 2026
Powell Tolak Mundur, Pilih Lanjut sebagai Gubernur The Fed Usai Jabatan Ketua Berakhir