Blibli Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru Lewat Dua Skema, Targetkan Likuiditas dan Penguatan Modal

- Selasa, 28 April 2026 | 14:00 WIB
Blibli Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru Lewat Dua Skema, Targetkan Likuiditas dan Penguatan Modal

IDXChannel – Blibli, perusahaan e-commerce yang tercatat dengan kode saham BELI, punya rencana besar. Mereka mau menerbitkan saham baru, dan tidak tanggung-tanggung, dua skema sekaligus bakal dipakai. Yang pertama namanya Program Management and Employee Stock Option Program, atau biasa disebut MESOP. Yang kedua adalah Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu istilah kerennya PMTHMETD, atau lebih populer dengan sebutan private placement. Nah, menurut keterangan resmi yang dirilis pada Selasa, 28 April 2026, perusahaan akan menawarkan sampai 9,5 miliar lembar saham baru. Angka ini setara dengan 6,92 persen dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor. Rinciannya begini: maksimal 4,5 miliar saham berasal dari program MESOP, atau sekitar 3,28 persen. Sisanya, hingga 5 miliar saham, bakal digelar lewat skema PMTHMETD itu sekitar 3,64 persen. Tapi tunggu dulu, ternyata masih ada sisa saham dari program MESOP sebelumnya yang belum sempat dieksekusi. Jumlahnya 1,93 miliar lembar, atau sekitar 1,41 persen dari modal disetor. Kalau ditotal semua termasuk sisa program MESOP itu porsi penerbitan saham baru tetap di bawah batas maksimal 10 persen. Sesuai aturan yang berlaku, sih, aman-aman saja. Manajemen Blibli bilang, rencana ini belum final. Mereka masih perlu minta restu dari pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, atau RUPSLB, yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026. Soal uang hasil private placement, perusahaan berharap bisa memperkuat struktur modal dan kondisi keuangan secara keseluruhan. Di sisi lain, aksi korporasi ini juga diyakini bisa menambah jumlah saham yang beredar di pasar. Efeknya? Likuiditas perdagangan saham Blibli di bursa diharapkan makin cair. Sementara untuk program MESOP, tujuannya lebih ke internal. Ingin menyelaraskan kepentingan karyawan dengan visi jangka panjang perusahaan. Jadi, kalau perusahaan maju, karyawan pun ikut menikmati hasilnya. (DESI ANGRIANI)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar