Dua warga sipil terluka setelah terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat. Insiden yang terjadi bertepatan dengan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang itu kini menjadi perhatian serius TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang langsung bergerak melakukan investigasi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara profesional, objektif, dan transparan. Dalam upaya mengungkap sumber proyektil peluru, TNI AD menggandeng Kepolisian Daerah Sumatra Barat untuk memastikan pembuktian berjalan komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Terkait sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban, kami perlu menegaskan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung," ujar Brigjen Donny, Rabu (3/6/2026).
Dia menegaskan, institusinya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis, dan hasil pemeriksaan lapangan terkumpul secara lengkap. Karena itu, tim gabungan terus bekerja di lapangan.
Meski demikian, TNI AD memastikan akan mengambil tindakan tegas apabila nantinya ditemukan unsur kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan maupun dari personel yang terlibat.
"Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD, institusi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer, dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku," katanya.
Di tengah proses penyelidikan, TNI AD memastikan kedua korban telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Kodam terkait bergerak cepat memberikan bantuan, dan berdasarkan laporan yang diterima, kondisi kedua korban kini telah stabil setelah menjalani tindakan medis serta operasi oleh tim dokter.
"Tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pascapenanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis," ucap Donny.
Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, TNI AD juga mengevaluasi secara menyeluruh prosedur keamanan latihan, termasuk kondisi lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko. Penggunaan fasilitas lapangan tembak yang berkaitan dengan lokasi investigasi pun dihentikan sementara.
"Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan," ujar Brigjen Donny.
Artikel Terkait
Trump Akui Maki Netanyahu dalam Panggilan Telefon, Retakan Hubungan AS-Israel Mulai Terlihat
Peneliti UGM: Gas Hidrogen dari Limbah Pemotongan Ayam Diduga Picu Api Misterius di Sleman
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Terjun ke Rumah Warga di Pati, Sandal Sopir Tersangkut Pedal Gas
Banggar DRI: Sejak Awal Kami Peringatkan BGN soal Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis