Geoprima Solusi Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar, Bertransformasi Jadi Pemain Industri Komponen Mekanikal

- Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB
Geoprima Solusi Akuisisi Aset Rp78,5 Miliar, Bertransformasi Jadi Pemain Industri Komponen Mekanikal

IDXChannel – Ada angin segar di tubuh PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO). Perusahaan yang tadinya bergerak di perdagangan mesin dan jasa survei ini kini bersiap bertransformasi besar-besaran. Semua itu terjadi setelah pengendali barunya, PT PIMSF Pulogadung yang tak lain bagian dari Tjokro Group resmi mengambil alih kendali.

Rencananya, GPSO mau banting setir. Mereka ingin jadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan terpadu, atau istilah kerennya machining & casting. Bukan sekadar jualan mesin lagi, tapi mereka juga bakal merambah industri komponen sepeda motor, real estat, dan tetap mempertahankan perdagangan besar mesin industri. Lumayan ambisius, ya?

Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menjelaskan soal ini lewat keterbukaan informasi yang dikutip Senin (27/4/2026). Katanya, langkah ini bagian dari visi besar Tjokro Group.

"Kami ingin menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap. Dari hulu ke hilir, semua kami kuasai," ujarnya.

Nah, untuk mendukung operasional anyar ini, GPSO bakal mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC). Asetnya lumayan gede: tanah seluas 15.400 meter persegi di Bekasi, lengkap dengan bangunan pabrik dan mesin produksi besi tuang cetak alias ferro casting. Semua sudah siap pakai.

Soal harga, transaksinya mencapai Rp78,5 miliar. Angka itu setara 183,95 persen dari total ekuitas GPSO per Desember 2025. Memang terdengar besar, tapi menurut manajemen, dengan membeli aset yang sudah jadi begini, GPSO bisa langsung cuan di tahun 2026. Nggak perlu repot-repot set-up pabrik baru dari nol.

Di sisi lain, ada rencana rights issue juga. GPSO akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak 66,67 juta saham baru. Jumlahnya setara 10 persen dari modal disetor. Seluruh dana hasil aksi korporasi ini bakal dipakai buat bayar sebagian pembelian aset JIC. Harapannya, struktur permodalan makin kuat dan likuiditas saham di bursa ikut terdongkrak.

Kalau dilihat dari studi kelayakan, prospek transformasi ini terbilang menggiurkan. Internal Rate of Return (IRR) berada di level 34,77 persen jauh di atas tingkat diskonto yang cuma 14 persen. Sementara Net Present Value (NPV) positif Rp86,63 miliar. Artinya, investasi diperkirakan balik modal dalam waktu 5 tahun 1 bulan. Cukup cepat untuk ukuran bisnis semacam ini.

Namun begitu, semua keputusan penting ini belum final. GPSO bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026. Di situ, pemegang saham akan dimintai persetujuan. Soalnya transaksi ini bersifat material dan terafiliasi, jadi suara dari pemegang saham independen jadi penentu utama.

Yang menarik, sinergi dengan Tjokro Group yang udah punya pengalaman lebih dari 57 tahun di industri mekanikal bisa jadi tiket emas buat GPSO. Mereka punya peluang besar masuk ke pasar OEM otomotif dan alat berat. Kalau rencana ini berjalan mulus, GPSO nggak akan lagi sekadar jadi trader. Mereka bakal menjelma jadi produsen dengan nilai tambah tinggi. Dan itu, jelas, bisa mengerek kinerja fundamental perusahaan dalam jangka panjang.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar