Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia

- Sabtu, 18 April 2026 | 16:45 WIB
Pemegang Saham Setujui Stock Split 1:2 Saham ITSEC Asia

Perusahaan keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), akhirnya dapat melanjutkan rencana pemecahan sahamnya. Para pemegang saham menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1 banding 2 dalam sebuah RUPSLB yang digelar pertengahan April lalu.

Dengan kata lain, untuk setiap satu lembar saham yang dimiliki, investor akan mendapat tambahan satu lembar lagi. Namun begitu, perlu diingat bahwa nilai nominal per sahamnya pun akan menyesuaikan.

Saat ini, harga nominal saham CYBR tercatat di level Rp25 per lembar. Jumlah saham yang beredar di pasar mencapai lebih dari 6,7 miliar lembar. Nah, setelah proses stock split rampung nanti, angka-angka itu bakal berubah. Nilai nominal per saham dipangkas jadi setengahnya, Rp12,50. Sementara jumlah saham yang beredar justru melonjak dua kali lipat, menjadi sekitar 13,4 miliar lembar.

Menurut rencana, saham hasil pemecahan ini baru akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 26 Mei 2026 mendatang.

Buat para investor, jangan khawatir. Aksi korporasi ini sebenarnya cuma permainan angka. Di sisi lain, hak dan nilai kepemilikan saham yang kalian pegang tidak akan berubah sedikit pun. Mekanismenya sederhana: jumlah dan harga saham disesuaikan secara proporsional. Hasilnya, nilai ekonomi total portofolio kalian tetap sama seperti sebelum stock split dilakukan.

Tak hanya saham, perseroan juga melakukan penyesuaian pada instrumen Waran Seri I. Rasio penyesuaiannya adalah 1:1.

Sebelumnya, waran ini memiliki nilai exercise Rp400 dengan jumlah sekitar 240,2 juta unit. Setelah penyesuaian, nilai exercisenya turun menjadi Rp200 per waran, sementara jumlah unitnya membengkak menjadi sekitar 480,4 juta waran.

Jadi, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu tanggal mainnya di akhir Mei nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar