Adira Finance Bagikan Dividen Rp772,37 Miliar, Cair 30 April 2026

- Rabu, 08 April 2026 | 08:30 WIB
Adira Finance Bagikan Dividen Rp772,37 Miliar, Cair 30 April 2026

Rapat para pemegang saham Adira Finance (ADMF) pekan lalu akhirnya memutuskan sesuatu yang dinanti-nantikan investor: pembagian dividen tunai. Nilainya tak main-main, mencapai Rp772,37 miliar. Kalau dirinci per saham, besarnya Rp630.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 April 2026 lalu. Jadi, rencana bagi hasil ini sudah resmi dan tinggal menunggu waktu eksekusi.

Nah, untuk kamu yang pegang saham ADMF, catat baik-baik jadwalnya. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 April 2026. Tapi sebelum tanggal itu, ada serangkaian tanggal penting yang mesti diperhatikan.

Tanggal efektifnya sendiri adalah 6 April 2026. Lalu, perdagangan saham dengan hak dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 14 dan 15 April. Sedangkan untuk pasar tunai, cum date-nya 16 April. Besoknya, 17 April, saham akan diperdagangkan tanpa hak dividen (ex date) di pasar tunai.

Yang paling krusial, daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen ini akan mengacu pada kepemilikan per 16 April 2026. Jadi, pastikan posisi kamu sudah aman di tanggal tersebut.

Lantas, bagaimana kinerja Adira Finance hingga bisa membagikan dividen sebesar itu? Tahun 2025 bisa dibilang tahun transformasi bagi perusahaan, seiring rampungnya proses merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Meski ada gejolak, secara umum kinerjanya tetap solid.

Sayangnya, laba bersih perseroan justru terkoreksi. Sepanjang 2025, ADMF membukukan laba bersih Rp1,54 triliun. Angka ini turun 15% jika dibandingkan dengan restatement laba 2024 yang sebesar Rp1,81 triliun penyesuaian akibat merger tadi.

Di sisi lain, pendapatannya justru menunjukkan tren positif. Laporan keuangan per Kamis, 19 Februari 2026, mencatat pendapatan Adira naik 2,9% secara tahunan menjadi Rp12,1 triliun.

Andalan utamanya tetap dari pembiayaan konsumen, yang menyumbang Rp7,6 triliun. Disusul oleh margin murabahah sebesar Rp1,7 triliun. Kalau dilihat lebih detail, kontributor terbesar dari pembiayaan konsumen adalah segmen sepeda motor, dengan nilai Rp3,93 triliun. Untuk pembiayaan mobil dan barang tahan lama, masing-masing menyumbang Rp1,5 triliun dan Rp2,1 triliun.

Secara volume, penyaluran pembiayaan ke konsumen sepanjang tahun lalu mencapai Rp25,7 triliun. Hingga akhir periode, outstanding pembiayaannya menumpuk di angka Rp60 triliun. Sementara untuk piutang pembiayaan murabahah, nilainya tercatat Rp5,5 triliun.

Jadi, meski laba bersihnya turun, perusahaan tetap menunjukkan kemampuan menghasilkan kas yang kuat. Itu yang akhirnya memungkinkan mereka untuk tetap memberi imbal hasil yang manis bagi para pemegang saham.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar