Untuk sekolah dasar sampai menengah, aktivitas belajar tetap tatap muka lima hari penuh, ekstrakurikuler jalan terus.
Kelima, gerakan ini mengajak partisipasi kita semua. Hal sederhana seperti matikan lampu yang tak terpakai, atau beralih naik angkutan umum, sangat berarti. Intinya, produktivitas harus tetap dijaga meski pola kerja berubah.
Kebijakan WFH ini nantinya akan ditinjau ulang setiap dua bulan. Jadi, ada ruang evaluasi.
Dari kacamata anggaran, dampaknya cukup signifikan. Penerapan WFH untuk ASN diproyeksikan menghemat APBN hingga Rp 6,2 triliun. Belum lagi efisiensi anggaran kementerian/lembaga yang bisa mencapai Rp 121,2 hingga 130,2 triliun. Dana itu rencananya dialihkan untuk belanja yang lebih produktif, termasuk pemulihan pascabencana.
Di sektor energi, ada langkah tegas: program biodiesel B50 wajib diterapkan mulai 1 Juli 2026. Menurut perhitungan, ini bisa tekan pemakaian bahan bakar fosil sampai 4 juta kiloliter. Masyarakat juga diingatkan untuk bijak pakai BBM subsidi lepas sistem MyPertamina, dengan pengisian yang wajar.
Terakhir, program makanan bergizi (MBG) dioptimalkan dengan distribusi lima hari seminggu. Kecuali untuk daerah 3T, wilayah rawan stunting, dan sekolah berasrama di sana program tetap berjalan normal.
Melalui serangkaian strategi ini, pemerintah berharap tercipta budaya kerja yang adaptif dan kesadaran bersama untuk hidup lebih hemat.
Artikel Terkait
Laba Tugu Insurance Melonjak 77% Jadi Rp711 Miliar di 2025
Wall Street Hadapi Pekan Penuh Ujian: Data Inflasi dan Laporan Laba Jadi Sorotan
MDKA Proyeksikan Kontribusi Emas Melonjak Signifikan pada 2026
Analis Prediksi Harga Emas Bisa Sentuh Rp3 Juta per Gram Pekan Depan