Laporan keuangan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis. Hasilnya? Perusahaan ini membukukan laba bersih senilai USD 361,20 juta, atau kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 17.000, angkanya mencapai Rp 6,14 triliun. Cukup fantastis, bukan?
Tapi, ada catatan di balik angka triliunan itu. Dibandingkan dengan tahun 2024, laba bersih DSSA ternyata anjlok cukup dalam, tepatnya 33,45 persen. Tahun lalu, mereka masih bisa meraup USD 542,78 juta. Penurunan ini sejalan dengan tren pendapatan perusahaan yang juga ikut menyusut.
Secara keseluruhan, pendapatan DSSA turun 7,31 persen menjadi USD 2,79 miliar. Angka ini lebih rendah dari capaian USD 3,01 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski angkanya turun, manajemen justru melihat sisi positif dari laporan ini. Menurut Presiden Direktur DSSA, L Krisnan Cahya, tahun 2025 penuh dengan dinamika industri dan gejolak geopolitik global yang tak mudah.
"Di tengah semua tantangan itu, DSSA berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid. Kami juga mempercepat penetrasi di sektor infrastruktur digital dan transisi yang terdiversifikasi ke energi baru terbarukan," ujar Krisnan dalam keterangan resminya, Rabu (25/3/2026).
Lalu, apa yang sebenarnya menopang pendapatan perusahaan? Krisnan menjelaskan, andalannya datang dari dua sektor: energi terbarukan dan diversifikasi usaha ke bidang teknologi. Di sinilah cerita menariknya dimulai.
Artikel Terkait
Victoria Investama Suntik Rp13 Miliar ke Anak Usaha Asuransi lewat Private Placement
Perdagangan Minyak Rp8,45 Triliun dalam 60 Detik Sebelum Trump Umumkan Deeskalasi
Harga Minyak Global Turun 2% di Tengah Ketegangan Respons Iran atas Proposal AS
Laba Bersih Chandra Daya Investasi Melonjak 281% Didorong Sektor Logistik