Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual

- Rabu, 18 Maret 2026 | 05:30 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual

Akibatnya, sejak pertengahan Maret 2026 lalu, perseroan mencatat kenaikan harga film yang cukup signifikan. Kondisi ini jelas mempersempit ruang untuk berhemat. Apalagi, sampai saat ini EPAC belum juga menemukan alternatif bahan baku atau sumber pasokan baru yang harganya lebih bersaing.

Lalu apa langkah mereka? Sebagai bentuk mitigasi, perseroan memutuskan untuk menyesuaikan harga jual produknya. Tujuannya jelas, untuk menjaga margin keuntungan yang terus tergerus oleh biaya produksi yang membengkak.

Di sisi lain, meski tertekan, manajemen menyatakan belum ada rencana aksi korporasi besar-besaran dalam setahun ke depan. Fokus mereka saat ini lebih pada menjaga agar operasional perusahaan tetap stabil.

"Perseroan saat ini lebih fokus menjaga stabilitas operasional di tengah volatilitas harga energi dan logistik global," tutur manajemen.

Memang, gejolaknya cukup ekstrem. Harga minyak mentah seperti WTI dan Brent sempat menyentuh level di atas USD100 per barel. Angka itu hampir dua kali lipat dibanding posisinya di akhir tahun 2025. Sungguh lompatan yang fantastis.

Dan bukan cuma minyak. Biaya pengapalan global, yang tercermin dalam Containerized Freight Index, juga melesat tinggi. Lonjakannya mencapai 36 persen sejak konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran kembali memanas. Jadi, tekanan datang dari segala sisi.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar