Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China

- Minggu, 15 Maret 2026 | 14:20 WIB
Harga CPO Menguat Pekan Kedua Berkat Sentimen Positif Pasar China

Namun, data produksi justru memberi sinyal bagus. GAPKI melaporkan produksi CPO Indonesia tahun 2025 mencapai 51,66 juta ton. Angka itu naik 7,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Artinya, pasokan ada.

Permintaan pun tampaknya mengikuti. Lihat saja India. Impor minyak sawit mereka melonjak 11 persen pada Februari, mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Diskonto harga yang lebar dibanding minyak lain membuat para penyuling di sana berpaling, dan secara bersamaan menekan impor minyak bunga matahari.

Di tengah semua ini, Malaysia mengambil langkah kebijakan. Mereka menaikkan harga referensi CPO untuk bulan April. Imbasnya, bea keluar otomatis naik menjadi 9,5 persen. Keputusan ini tentu akan mempengaruhi dinamika harga ke depannya.

Oh ya, harga minyak mentah dunia sendiri juga sedang menuju kenaikan mingguan. Ini terjadi meski AS berusaha meredam gejolak pasokan dengan mengeluarkan lisensi darurat 30 hari untuk beberapa negara, agar bisa membeli minyak dan produk minyak bumi Rusia yang tertahan di laut.

Jadi, secara keseluruhan, pasar CPO pekan ini digerakkan oleh kombinasi faktor: sentimen positif dari China, permintaan kuat dari India, dan data produksi yang solid dari dalam negeri. Meski ada sedikit hambatan dari penundaan uji B50, trennya masih terlihat cukup cerah untuk sementara waktu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar