Kemudian, ada juga UMKM yang diketahui naik menjadi Rp20,9 triliun.
Sedangkan, PMA (penanaman modal asing) sendiri diketahui mengalami penurunan, dengan nilai sebesar Rp23,14 triliun.
Berdasarakan informasi yang dikutip dari laman ANTARA, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan Provinsi Jawa Tengah banyak diminati oleh pemodal.
Diantara faktor-faktor tersebut adalah, aksesibilitas, ketersediaan tenaga kerja, serta upah yang kompetitif.
Hingga di penghujung tahun 2023, diketahui Provinsi Jawa Tengah mampu menyerap sebanyak 280.643 tenaga kerja.
Dari beberapa sektor yang ada, diketahui sektor PMA lah yang memang menyerap banyak tenaga kerja.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: innalar.com
Artikel Terkait
Wall Street Catat Kerugian Pekan Kelima Berturut-turut, Dipicu Ketegangan AS-Iran dan Harga Minyak Melonjak
Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Berat, Data Ketenagakerjaan Jadi Penentu Arah Pasar
Gejolak Timur Tengah Bekukan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang, Angola Jadi Pengecualian
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar